Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Menteri Agama Nasaruddin Meninjau Pesantren Al Khoziny (Foto: Kemenag)
DREAM.CO.ID - Bangunan di Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur ambruk pada 29 September 2025, saat digunakan ibadah salat Ashar.
Berdasarkan data BPBD Jawa Timur, tercatat ada 100 korban, terdiri atas 26 pasien rawat inap, 70 pasien telah pulang, 3 meninggal dunia, dan 1 pasien dirujuk. Proses evakuasi pun masih berlangsung dengan dukungan Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri.
Menteri Agama Nasaruddin turut meninjau Pesantren Al Khoziny pada Selasa, 30 September 2025. Menag menyampaikan duka atas peristiwa yang terjadi, serta menyalurkan bantuan sebesar Rp610 juta.
“ Insya Allah, Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri, 24 jam berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. (korban) Yang lain sudah di rumah sakit. Bersama Pemda Jatim, sudah diberikan fasilitas,” ungkapnya dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 1 Oktober 2025.

Menag berharap peristiwa bagunan ambruk di Pesantren Al Khoziny ini bisa menjadi bahan pelajaran agar tidak terulang.
Sebagai langkah antisipasi, Menag akan segera menggelar pertemuan dengan para pihak terkait, khususnya dengan para ahli di bidang pembangunan. Tujuannya, merumuskan kebijakan yang bisa dijadikan panduan bersama bagi lembaga pendidikan agama dan keagamaan saat akan membangun gedung atau lainnya.
“ Tekad kami jangan lagi ada peristiwa yang sama terjadi di masa yang akan datang. Sesegera mungkin (kami) akan mengadakan pertemuan dengan pihak terkait karena kami bukan ahli bangunan. Nanti kami akan bekerja sama dengan pihak terkait,” tandasnya.

Menag lantas menanggapi adanya informasi yang menyebut pelibatan para santri dalam pengecoran gedung yang roboh. Dia mengaku tidak tahu, namun, menurutnya cara-cara seperti itu juga dilakukan oleh beberapa ponpes lainnya.
" Tapi Insya Allah ke depan, kita ciptakan kondisi pembangunan ponpes agar seusai standar dan aturan yang ada," kata Nasaruddin dikutip dari BBC Indonesia.
Nasaruddin juga menanggapi peran dan tanggung jawab Kemenag atas robohnya bangunan di ponpes tersebut.
" Inilah mudah-mudahan menjadi pembelajaran buat kami. Saya selalu menteri agama, pasti akan memberikan ketentuan khusus pada saat pembangunan ponpes atau madrasah, bahkan non ponpes, sebaiknya mengikuti standar yang sudah ditentukan pemerintah," katanya.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya