Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Takjil Untuk Berbuka Dibagikan Ke Jemaah (Foto: Istimewa)
Dream - Bulan Suci Ramadan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini, banyak amalan ibadah yang dilipatgandakan pahalanya.
Salah satu kegiatan untuk menambah pahala itu dibuat Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) melalui Gerakan Lima Bungkus Nasi (Gemakusi).
Kepala Badan Managemen Jakarta Islamic Centre, KH Ahmad Shodri mengatakan, Gemakusi berawal dari kegiatan untuk memenuhi konsumsi berbuka jemaah. Tetapi, kondisi yang terjadi, jumlah makanan kerap kurang.
" Dari keadaan tersebut saya berfikir mengapa kita tidak melibatkan masyarakat? Dari keaadaan tersebut tercetuslah sebuah ide Gemakusi untuk penyediaan hidangan berbuka bagi jamaah," kata Ahmad.
Pencetus ide gerakan Gemakusi, Muhammad Arif, menjelaskan kegiatan ini dilakukan sejak lima tahun yang silam. Arif mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk menyinergikan hubungan masyarakat dan masjid.
" Agar masyarakat merasa memiliki dan tidak malu untuk memberikan hidangan berbuka sekalipun hanya satu dua bungkus nasi. Dengan cara itu kita bisa menghadirkan banyak donatur," kata Arif.

Takjil dibagikan ke jemaah (Foto: Istimewa)
Penanggung jawab kegiatan Gemakusi, Umi Nasyita, mengatakan, selama empat hari penyelanggaraan buka bersama ini, masyarakat sudah mulai tersosialisasikan.
" Sudah tiga hari ini banyak warga yang mengikuti Gemakusi. Alhamdulillah ada yang membawa 10, 20, 50 kotak nasi. Bahkan ada pengusaha yang bersedakah 150 box," ujar dia.
Meski masih kurang, Nasyita ingin, masyarakat menyumbangkan makanan siap sajinya ke masjid. " Saya menghimbau kepada warga silakan datang dan antar aja ke JIC makanan yang sudah siap saji ke kami. Pasti akan di distribusikan oleh Remaja Masjid JIC," kata dia.
" Sebenarnya JIC juga sudah menganggarkan menu buka bersama melalaui APBD tetapi terbatas sehingga peran serta warga masih sangat dibutuhkan," kata dia.
Buka bersama ini dimanfaatkan sejumlah warga yang memiliki beban keuangan keluarga.
" Saya dan anak-anak setiap hari berbuka di masjid JIC. Lumayan untuk mengurangi beban keluarga. Masalahnya suami saya kerjanya serabutan sedangkan anak saya tiga," kata Maesyaroh wanita paruh baya yang tinggal di belakang kompleks Masjid JIC.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?


Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih