Pimpinan `Cara Kilat Dapat Istri 4` Angkat Bicara

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 17 November 2017 09:02
Pimpinan `Cara Kilat Dapat Istri 4` Angkat Bicara
Acara tersebut diselenggarakan oleh Dauroh Poligami Indonesia (DPI).

Dream - Di media sosial beredar poster seminar poligami bertajuk Cara Kilat Dapat Istri 4. Acara yang digelar oleh Dauroh Poligami Indonesia (DPI) itu, akan digelar pada Sabtu, 25 November 2017.

Tiga `praktisi` poligami akan hadir. Di posternya terdapat pengumuman mengenai para " akhwat siap ta'adud binaan Dauroh Poligami Indonesia" .

Di pojok kiri bawah poster terdapat informasi mengenai biaya pendaftaraan. Ada tiga kriteria pendaftraan yang diumumkan, Rp2.9 juta per peserta untuk pendaftaran kolektif minimal tiga orang, Rp3,5 juta per peserta.

Disebutkan, pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 24 November 2017, dan Rp5 juta per peserta yang ingin mendaftar di lokasi acara.

Direktur DPI dan praktisi poligami Arif Abu Khalif membenarkan acara yang akan berlangsung itu. Untuk lokasi pasti, kata Arif, panitia akan memberikan info kepada peserta melalui grup perpesanan.

" Nanti diumumkan H-3 atau H-7 untuk peserta (yang sudah daftar)," ucap Arif saat dihubungi Dream, Kamis, 16 November 2017.

...

1 dari 2 halaman

Apa itu DPI?

Dream - Lembaga yang sudah berjumlah ratusan orang ini berdiri pada 2012. Lembaga ini lahir dari Forum Keluarga Poligami Sakinah.

Melalui lamannya, DPI mengklaim sebagai lembaga non formal yang terbentuk dari beberapa aktivis Islam dan praktisi poligami yang berlandaskan Alquran dan Assunnah, dengan pemahaman Salafus Shalih Ahlussunnah Waljama’ah.

Arif mengatakan, kehadiran DPI sebagai bagian untuk mewadahi rekan-rekan yang bingung karena ingin menjalankan syariat berpoligami.

" Banyak yang melakukan poligami, namun secara keilmuan tidak baik, sehingga citra poligami negatif," ucap dia saat berbincang dengan Dream.

Meski begitu, lembaga ini belum memiliki ikatan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Arif mengatakan, belum terbentuknya kerja sama itu karena lembaga ini dibentuk sebagai wadah edukasi.

" Kita tidak melanggar aturan. Justru kita menjaga agar orang-orang yang menjalankan (poligami) secara benar," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Kami Edukasi, Pernikahan Urusan Pribadi

Dream - Arif mengatakan edukasi yang ingin dia berikan sekaligus menampik pandangan buruk poligami. Sebab, banyak praktik poligami yang terjadi kerap mengesampingkan syariat Islam.

" Masyarakat memandang poligami negatif, karena ada oknum yang menjalankannya secara serampangan, kurang tepat, karena kebodohan dan hawa nafsu, terburu-buru," ujar Arif kepada Dream.

" Itulah tugas kami sehingga poligami ini bisa dilihat, dipandang sebagai suatu hal yang ya memang kebutuhan. Sudah menjadi syariat. Tinggal memahami ilmunya," kata dia.

Di laman resminya, DPI menyebut diri bukan biro jodoh. Tapi memfasilitasi semua anggota DPI untuk mengikuti program ta’aruf offline maupun online. Sejauh ini, kata Arif, tiga orang telah menikah di DPI.

Meski melakukan pendampingan pada pernikahan anggota-anggotanya, DPI tidak menjamin keberhasilan rumah tangga yang dijalin.

" Kalau terkait dengan terjadi di rumah tangga itu masalah pribadi. Tak hanya di keluarga taadud, di keluarga monogami pun bisa saja," ucap dia. (ism)

Beri Komentar