Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Nama Indonesia kembali harum di kancah dunia. Kali ini dua siswa SMA Negeri 2 Sekayu Sumatera Selatan yang berhasil meraih dua penghargaan dalam kompetisi Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Adalah Muhtaza Aziziya Syafiq dan Anjani Rahma Putri yang berhasiil mengungguli lebih dari 1.700 ilmuwan muda dari 70 negara peserta lainnya di seluruh dunia. Karya ilmiah yang berjudul Green Refrigerant Box (kulkas tanpa listrik dan freon) memenangkan kategori Development Focus Award senilai US$ 10.000 dari U.S Agency for International Development (USAID).
Karya Muhtaza dan Anjani juga terpilih sebagai juara ketiga kategori Engineering : Materials and Bioengineering dan berhak atas hadiah senilai US$ 1.000. Cara kerja kulkas ini menggunakan kayu gelam yang merupakan solusi alternatif pendingin untuk buah dan sayuran.
Alat ramah lingkungan ini menginspirasi keduanya saat melihat potensi buah dan sayuran di Kabupaten Musi Banyuasin yang tergolong melimpah. Namun kendala listrik menjadikan buah dan sayuran tidak dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Ide membuat alat pendingin yang tidak tergantung pada listrik dan freon pun muncul.
Green Refrigerant Box dapat bekerja selama 2 jam 20 menit dan mampu meningkatkan suhu semula 28 derajat celcius menjadi 5,5 derajat celcius. Karya inovatif ini merupakan satu dari 435 karya yang diujikan oleh Intel Foundation.
Selain menyiapkan sejumlah hadiah menarik, Intel Foundation tahun ini juga memilih sejumlah siswa untuk merasakan perjalanan 11 hari ke China untuk menghadiri kompetisi sains nasional terbesar di sana. Selain itu siswa yang terpilih ini juga mendapat kesempatan untuk berbincang dan mencuri ilmu langsung dari peneliti di laboratorium Intel di Shanghai dan mengunjungi Pusat Penelitian panda di Chengdu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya