Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Jika Anda berhijab, seringkali kerepotan saat mengenakan helm. Tak jarang hijab jadi berantakan. Tapi bukan berarti kita tidak perlu berhelm saat menggenakan hijab. Dua-duanya tak kalah pentingnya.
Berikut ini ada beberapa tips bagi hijabers agar tetap aman berkendara motor, tanpa harus merusak kecantikan jilbab.
Sumber: Gulfnews, Autoevolution. (sda/ism)
© Dream
Pertama, pilih helm yang tepat. Maksudnya, sesuaikan dengan ukuran kepala. Jangan terlalu sempit atau longgar. Menggunakan helm yang sempit bisa mengganggu aliran darah dalam kepala, sehingga kemungkinan Anda merasakan pusing, sakit kepala, bahkan sesak nafas.
Selain itu bisa membuat jilbab mudah berantakan dan tidak nyaman. Begitu juga sebaliknya, mengenakan helm longgar sangat berbahaya jika terjadi kecelakaan. Helm bisa mudah terlepas dari kepala saat terkena benturan.
Pastikan juga helm sudah memenuhi standar keamanan atau SNI (Standar Nasional Indonesia), plus telah dilengkapi fitur terlengkap. Seperti fitur ventilasi untuk sirkulasi udara di dalam ruang helm, berguna membuat nyaman pori-pori kepala.
Kedua, pakai hijab yang simpel tanpa manik-manik (terutama jika manik itu ada di bagian kepala). Jilbab yang simpel akan membuat Anda lebih nyaman ketika mengendarai sepeda motor.
Ketiga, hindari memakai bros saat Anda memakai helm (terutama di bagian kepala). Bros akan membuat rasa tidak nyaman, nyeri kepala dan membuat celah di dalam helm. Hal ini bisa membahayakan karena adanya celah antara helm dan kepala. Jika terjadi benturan, helm bisa menghimpit bros dan menyebabkan luka.
Keempat, pakai lapisan jilbab (inner atau ciput) dari bahan yang sejuk dan dapat menyerap keringat. Terutama bila Anda memakai sepeda motor di siang hari. Pilih inner atau ciput polos tanpa tonjolan di bagian belakang atau puncak kepala. Dalaman jilbab jenis ini akan mudah rusak saat Anda memakai helm. Selain itu, helm jadi tidak berfungsi maksimal karena ada rongga di antara helm dan kepala.
Kelima, jangan memakai hijab dengan kain yang menjuntai terlalu panjang. Sebab, hijab dapat terkena angin dan menghalangi pandangan Anda, bahkan membahayakan pengendara sepeda motor yang lain.
Terakhir, tidak ada salahnya memakai jaket saat mengendarai sepeda motor. Selain lebih nyaman, jaket akan membuat jilbab terlindung dari angin dan tidak berantakan. Dan pastikan, para hijabers berkendara sesuai aturan yang berlaku.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya