Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Berlatih Terlalu Intensif, Rambut Pemuda Rontok Hingga Jadi Botak Mirip Saitama Di One-Punch Man. (Foto: Unsplash)
Dream - Sebagian Sahabat Dream mungkin pernah membaca manga atau menonton anime One-Punch Man yang menampilkan sosok superhero bernama Saitama.
Diceritakan bahwa Saitama memiliki kekuatan yang luar biasa. Dengan sekali pukul, dia mampu mengalahkan musuh-musuhnya.
Nah, untuk mencapai kekuatan tersebut, Saitama melakukan latihan fisik secara keras hingga membuat rambutnya rontok dan kepalanya jadi botak.
Entah ini berkaitan atau tidak, tetapi seorang pria bernama Liu Liang di China juga mengalami hal yang sama dengan Saitama.
Dilansir World of Buzz, Liu baru menyadari rambutnya rontok setelah melakukan latihan berat secara intensif selama enam bulan.
Insiden yang terjadi pada dua tahun lalu itu sangat mengganggu Liu karena kepalanya botak sebelum sempat mencapai bentuk tubuh impiannya.
Untuk mencari tahu penyebab masalahnya, pria 24 tahun ini menemui dokter bernama Dr. Zhang Yu yang bekerja di Departemen Dermatologi Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Provinsi Hunan.
Setelah melakukan pemeriksaan, Dr. Zhang mengatakan bahwa Liu menderita kondisi yang disebut dengan androgenic alopecia.
Menurut laman WebMD, androgenic alopecia adalah suatu kondisi yang dapat menyerang pria dan wanita.
Pria dengan kondisi ini bisa mengalami kerontokan rambut sejak usia belasan atau awal 20-an.
Sementara wanita tidak mengalami penipisan rambut hingga usia 40-an atau lebih.
Androgenic alopecia ditandai dengan penipisan rambut dan mundurnya garis batas rambut pada dahi.
Sementara menurut Dr. Zhang, saat orang berolahraga, produksi testosteron-nya akan meningkat yang kemudian akan diubah menjadi dihidrotestosteron.
Saat kadar dihidrotestosteron juga meningkat, maka akan memicu androgenic alopecia dan menyebabkan terjadinya kebotakan.
Liu kemudian memutuskan untuk berhenti berolahraga. Dia mulai minum obat tradisional dan pengobatan akupunktur. Rambutnya tumbuh kembali.
Namun saat Liu mulai berolahraga lagi awal tahun ini, kepalanya kembali mengalami kebotakan.
Sekarang dia melakukan transplantasi rambut untuk mengatasi kebotakan akibat berolahraga.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya