Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo Berbincang Dengan PP Muhammadiyah Dan PP IMM (Setkab.go.id)
Dream - Presiden Joko Widodo mendapat kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur yang tengah digalakkan pemerintah.
" Kalau enggak ada itu (infrastruktur), Saudara-saudara bisa bayangkan negara kita sebesar ini, 17.000 pulau, 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, bayangkan semua harus ada airport-nya, itu semua harus ada pelabuhannya," kata Jokowi, dikutip dari setkab.go.id, Selasa 7 Agustus 2018.
Jokowi membagi pengalaman berkeliling Indonesia dengan pelbagai pesawat udara. Dia mengaku sudah pernah terbang dengan pesawat Hercules sampai CN.
" Saudara-saudara ke sini naik Hercules, benar? Enak ndak? Enak? Enak? Benar? Apa itu, pengap. Ini blak-blakan namanya. Enak tapi pengap, gitulah," kata Jokowi.
Saat menaiki pesawat jenis CN, Jokowi diminta menggunakan pelindung telinga karena tidak dilengkapi peredam suara di badan pesawat. Tetapi, Jokowi tidak pernah memakai alat itu.
" Sudah, saya dengerin aja (suara mesin), tahu-tahu tidur saya," kata Jokowi disambut tawa para hadirin.
© Dream
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan enam poin masukan kepada Jokowi. Masukan tersebut diharapkan dapat digunakan Jokowi sebagai bahan menyusun Nawacita jilid II.
Poin pertama yang disampaikan Haedar yaitu nilai-nilai agama dijadikan salah satu dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
" Kami yakin, dengan nilai agama hidup seperti itu bangsa, negara ini akan semakin kokoh," kata Haedar, dikutip dari muhammadiyah.or.id.
Muhammadiyah juga mengingatkan tentang meneguhkan Pancasila sebagai landasan, filosofi, alam pikir seluruh warga bangsa dan pengelolaan negara. Poin ketiga, menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial.
" Saya yakin dengan penguatan infrastruktur yang berhasil pada periode ini akan menjadi kekuatan pemerintahan ke depan," kata Haedar.
Poin keempat yaitu menegakkan dan mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara sebagaimana amanat konstitusi. Poin kelima, penguatan daya saing sumber daya manusia Indonesia dan poin keenam, meningkatkan peran pro aktif untuk dunia.
" Muhammadiyah akan tetap dalam posisi sebagai ormas dan dakwah, tapi kita beri masukan jika pemerintahan ini diberi peluang lagi oleh rakyat, maka ini poin kebijakan," kata Haedar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya