Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Perempuan Hamil. (Foto: Pixabay.com)
Dream - Menjadi orang tua di zaman sekarang tidak semudah yang dibayangkan. Pergaulan bebas telah menjadi tren baru yang sangat mengkhawatirkan.
Dan, tentu kita sering mendengar kisah-kisah tragis tentang kekerasan di antara para remaja. Tak sedikit pula wanita yang menjadi korban kekerasan, seperti yang terjadi di Malaysia berikut ini.
Seorang remaja perempuan di negeri jiran itu, yang sedang hamil lima bulan, babak belur setelah dihajar tiga pemuda di Setapak, Distrik Gombak, Kuala Lumpur.
Bagaimana mungkin tiga pemuda tersebut sampai hati memukuli seorang perempuan muda, apalagi sedang hamil lima bulan pula?
Menurut Kepala Kepolisian Distrik Wangsa Maju, Superintendant Rajab Sunday Ismail, peristiwa biadab itu terjadi pada hari Senin, 2 September 2019, pukul 02.30 pagi waktu setempat.
Rajab mengatakan, remaja perempuan berumur 18 tahun itu dijemput dan dibawa oleh pacarnya ke lorong di belakang sebuah sekolah.
Namun, sesampainya di sana, dia dipukuli oleh pacarnya bersama dengan dua temannya yang lain menggunakan benda tumpul.
Remaja perempuan malang itu pun mengalami cedera di di bagian muka. Puas menghajar remaja perempuan itu, ketiga pemuda biadab itu meninggalkannya begitu saja.
Tak lama kemudian, ayah remaja perempuan itu menemukannya putrinya yang luka-luka. Dia segera membawa putrinya ke sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur untuk mendapatkan perawatan.
" Hasil pemeriksaan menemukan remaja perempuan itu sedang hamil lima bulan. Masalah itu tidak diketahui oleh keluarga, termasuk ayahnya," kata Rajab.
Rajab mengatakan penyelidikan menemukan remaja perempuan itu dipukuli karena mendesak pacarnya berulang kali untuk bertanggung jawab.
Rupanya, sang pacar yang dikenal sebagai 'Atan' berusia 18 tahun, menolak untuk bertanggung jawab. Atan menghajar remaja perempuan tersebut sebagai pelajaran agar tidak memberitahukan tentang kehamilannya.
Selepas kejadian tersebut, polisi bergerak mengejar tersangka. Mereka akhirnya bisa menangkap Atan dan dua temannya di hari yang berbeda.
Saat ini ketiga tersangka menjalani pemeriksaan dan didakwa telah melakukan tindak kejahatan penganiayaan.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan