Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Sumber: Twitter.com/recehtapisayng
Dream - Sebuah menu sebuah restoran bisa langsung diketahui dari nama yang terpajang di billboard atau kaca besar di samping pintu masuknya. Ketika menggunakan bahasa minang, pembeli akan mengetahui jika pemilik rumah makan menjual makanan khas dari padang.
Ketika menyebut rumah makan padang kita terbiasa dengan nama-nama restoran yang menggunakan kata salero, bundo, atau ada pula yang sama sekali tak memakai ciri khas bahasa minang.
Sementara saat melihat atau mendengar rumah makan dengan kata “ raos”, kita akan langsung mengetahui jika restoran tersebut menyediakan menu masakan khas Sunda.
Tapi berbeda dengan pemilik rumah makan yang gambarnya viral di media sosial. Kamu juga mungkin sudah menerima fotonya di whatsapp group (WAG).
Dalam unggahan yang dibuat akun twitter @recehtapisayng terlihat sebuah restoran yang menggunakan nama khas restoran padang berupa Bundo Kanduang.

Jika tak dilihat dengan seksama, kamu mungkin tidak akan menemukan hal yang aneh dengan restoran tersebut. Selain dari namanya, pemilik restoran juga membuat siluet dari rumah gadang yang merupakan kediaman khas dari provinsi Sumatera Barat itu.
Namun ketika melihat dua kata di bawah nama restoran Bundo Kanduang, kamu baru akan bisa menemukan keanehan dari rumah makan tersebut. Si pemilik restoran menuliskan kata masakan sunda dengan jenis font yang tak sejelas kata di atasnya.
“ Bundo Kanduang, Masakan Sunda," tulis pemilik restoran di etalasenya.
Hal ini tentu bisa membuat orang yang ingin membeli menjadi bingung. Tak hanya itu, netizen yang melihat unggahan itu pun banyak yang memberikan komentar dengan menggabungkan bahasa kedua daerah tersebut.
“ Mungkin colab wkwkwk.” tulis akun @nggak_papa.
“ Mungkin orang padang yang suka masak makanan Sunda hehe” tulis @@dickyagungy,
“ Salero sundo,” @milhamsam.
“ Onde mande...ngeunah pisan!!!” tulis @IsekaiSeptian.
Lah kok pic.twitter.com/GFXbg5Jzrw
— recehtapisayang (@recehtapisayng)February 7, 2023
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan