7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: FLIGHTRADAR24 Dan Shutterstock.com
Dream - Insiden mencekam dialami oleh penumpang pesawat Qatar Airways yang berangkat dari Bandara Internasional Hamad, Doha, menuju Denmark. Pesawat Boeing 787 Dreamliner yang penuh penumoang itu terjun 10.000 kaki atau sekitar 3.000 meter dan nyarih jatuh ke laut.
Menurut laporan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul dua dinihari, 10 Januari 2023. Karena insiden itu, para penumpang panik, mereka menjerit karena ketakutan dan muntah.
Insiden itu tidak berubah menjadi bencana karena pilot segera menyadari kesalahan yang dilakukan oleh kopilotnya dan berhasil mengendalikan pesawat kembali pada ketinggian yang seharusnya.
Petugas kontrol lalulintas udara yang ikut dalam penerbangan itu bersama istri dan dua putranya, Lucas Andersson, merasakan pesawat itu seakan jatuh.
" Setelah sekitar 70 detik dalam penerbangan dan entah dari mana ada suara keras saat pesawat dari ketinggian hingga rendah," kata dia, dikutip dari Daily Star.
Lucas menceritakan bahwa ornag-orang di sekitarnya menjerit dan banyak yang muntah karena pesawat itu terjun secara tiba-tiba.
Meski seorang penerbang berpengalaman, Lucas mengatakan insiden itu menakutkan karena berpikir mereka akan jatuh.
" Tapi itu pasti terlintas di pikiran saya… ini dia, kita akan jatuh," kata Lucas.
Berkecimpung di industri penerbangan, Lucas paham bahwa betapa kritisnya kondisi yang mereka alami kala itu.
" Itu sangat menakutkan. Rasanya seperti pesawat terlempar ke tanah," tambah dia.
Setelah pilot berhasil mengendalikan pesawat, kata Lucas, penumpang tak mendapat penjelasan apa pun soal penyebab insiden tersebut.
" Tidak ada sepatah kata pun dari kokpit setelah itu, jadi orang-orang malah mengonfrontasi pramugari, yang hanya mengatakan bahwa semuanya normal dan kami terbang melalui cuaca yang tidak terduga."
" Kemungkinan besar mereka juga tidak tahu apa yang terjadi dan hanya berusaha menenangkan orang," imbuh Lucas.
Qatar Airways mengaku telah menurunkan tim penyelidik. Hasil pemeriksaan sementara menyebut kopilot mengalami " kehilangan kesadaran situasional" dalam kegelapan, sehingga mengakibatkan penurunan cepat yang " melebihi batas kecepatan" .
Pesawat itu terjun ke bawah hingga hanya 850 kaki atau 260 meter dari permukaan laut ketika kapten melihat kesalahan dan mengambil kendali.
Qatar Airways menyatakan bahwa insiden itu segera dilaporkan ke pihak berwenang.
" Qatar Airways mengetahui peristiwa yang berkaitan dengan penerbangan QR161 yang beroperasi dari Doha ke Kopenhagen pada 10 Januari 2023."
" Itu segera dilaporkan ke pihak berwenang dan penyelidikan internal sedang dilakukan."
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?