Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bikin Merinding, Teknologi AI Gambarkan Tampilan Manusia Terakhir Saat Kiamat (TikTok @theaidrawing)
Dream - Teknologi artificial intelligence (AI) baru-baru ini menunjukkan gambar mengerikan tentang akhir dunia.
Teknologi ini menciptakan gambar gua kematian, awal Perang Dunia III, hingga manusia terakhir di Bumi saat datangnya kiamat.
Setiap gambar tampak realistis dengan caranya masing-masing, sehingga membuatnya tampak makin menyeramkan.
Sungai yang dialiri darah berwarna merah pekat, gua kematian yang gelap, dan pemandangan menakutkan dari awal Perang Dunia III, bisa membuat bulu kuduk merinding melihatnya.

Yang paling menyeramkan adalah gambaran manusia terakhir di Bumi. Siapa yang pernah terpikir seperti apa gambaran manusia yang tersisa saat dunia berakhir.
AI mewujudkannya lewat ilustrasi seorang pria tua yang kulitnya tampak terlihat menahan rasa sakit luar biasa, sama sakitnya dengan matanya yang memerah dan berkaca-kaca.
" Mana yang paling menakutkan," tulis keterangan video akun yang membagikan foto-foto tersebut.

Menariknya, serangkaian foto itu seolah membuktikan pernyataan mantan pejabat Gedung Putih yang menyebutkan bahwa AI akan menciptakan orang-orang yang akan hidup di antara kita, pada tahun 2024.
" Teknologinya tak hanya akan menjadi lebih maju, perkembangannya yang pesat juga akan memperhalus hasil gambar sehingga tampak sangat nyata," ujarnya, dikutip dari The Sun.
Mantan pejabat Gedung Putih itu juga mengatakan, AI di masa depan akan membuat lebih banyak foto realistis yang menakutkan dari orang-orang yang tidak pernah ada.

Semakin mengkhawatirkan tentunya, karena beberapa citra yang dibuat oleh AI sudah hampir tidak dapat dibedakan dari aslinya.
Meski masih ada beberapa tanda inkonsistensi, itu pun hanya bisa diketahui oleh orang yang ahli.
Laporan: Cika Puspita
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya