Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pramugari Ini Temukan Kepala Ular Saat Menyantap Makanan Di Pesawat (Foto: YouTube Gazete Duvar)
Dream - Ketika menumpangi pesawat, penumpang kelas tertentu biasanya akan mendapatkan fasilitas makan dari maskapai penerbangan. Namun apa jadinya jika makanan yang hendak disantap itu menyuguhkan kepala ular?
Kejadian ini dialami seorang pramugari saat sedang melakukan penerbangan yang dioperasikan maskapai Turki. Dia mengaku potongan kepala ular dalam makanan yang disajikan saat hendak terbang dari Ankara ke Dusseldorf.
Melansir dari The Sun, staf sebelumnya juga pernah mengeluhkan kondisi makanannya yang ditemukan kumbang dan siput di dalamnya, menurut Gazete Duvar.
Maskapai penerbangan Turki yang dimaksud adalah SunExpress. Dalam keterangannya, SunExpress mengklaim bahwa mereka telah memberikan pelayanan terbaik dengan standar tinggi adalah prioritas mereka.

" Adalah prioritas utama kami bahwa layanan yang kami berikan kepada tamu kami di pesawat kami memiliki kualitas tertinggi dan baik tamu maupun karyawan kami memiliki pengalaman penerbangan yang nyaman dan aman," ungkap SunExpress.
SunExpress menolak tuduhan atas penemuan kepala ular dalam makanan tersebut. Pihaknya akan menyelidiki secara detail tentang temuan itu.
Sebagai tindak lanjut, SunExpress menarik produk terkait, termasuk menghentikan pasokan.
" Tuduhan dan pemberitaan pers mengenai layanan makanan dalam penerbangan benar-benar tidak dapat diterima dan penyelidikan terperinci telah dimulai tentang masalah ini," ujar SunExpress.

Penghentian pasokan akan dilakukan sampai proses penelitian selesai. Sancak Inflight Services sebagai penyedia katering mengungkap adanya kepala ular di dalam makanan mereka tidak mungkin terjadi. Pasalnya makanan yang dibuat dari layanan mereka dimasak pada suhu 280 celcius.
Terlebih lagi SUnExpress adalah klien berharga, mereka mengatakan tidak menggunakan benda asing saat memasak, mereka melakukan yang terbaik untuk SunExpress.
" SunExpress Airlines adalah klien berharga di negara kami dan maskapai populer di Eropa, yang baru-baru ini memutuskan untuk lebih memperluas armada dan jaringan rutenya. Kami tidak menggunakan benda asing apa pun yang diduga ada dalam makanan saat memasak," ungkap Sancak Inflight Services.
Selain itu mereka juga mengklaim kepala ular tersebut ditambahkan ke dalam piring di kemudian hari.
SunExpress Airlines merupakan maskapai penerbangan yang dimiliki bersama oleh Turkish Airlines dan Lufthansa. Didirikan pada tahun 1989, maskapai ini sudah terbang lebih dari 90 tujuan di seluruh Eropa, Mediterania, dan Afrika Utara, serta memiliki 5.000 karyawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam