Bisikan Terakhir Sang Ayah untuk Mirna

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 4 Februari 2016 11:10
Bisikan Terakhir Sang Ayah untuk Mirna
Ia memberikan sebuah pesan yang mengharukan.

Dream - Dharmawan Salihin, Ayah Wayah Mirna Salihin sempat menolak autopsi terhadap putrinya itu. Namun, setelah menyadari ada ketidakwajaran dalam kematian Mirna, keluarga merelakan.

" Awalnya saya dan keluarga tidak mau (jasad Mirna) diacak-acak, kasarnya begitu. Polisi juga bilang kalau tidak diautopsi, tidak ada crime, selesai. Akhirnya ya kita relakan," kata Dharmawan bercerita di acara Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa kemarin.

Setelah itu diambillah sampel dari jasad Mirna. Dharmawan sempat masuk sejenak mengikuti prosesnya.

" Pas dibuka petinya semua masih tampak bagus. Muka Mirna lebih putih," ujarnya.

Saat itu, Dharmawan sempat meminta izin untuk mencium dan membisikan sebuah pesan ke Mirna.

" Saya bisikin, Mir ini untuk kepentingan kamu, autopsi ya. Papa minta maaf. Jadi relain saja, nanti terungkap siapa yang melakukan ini pada kamu," kata Dharmawan

Begitu autopsi selesai dilakukan, Dharmawan mendapat laporan kematian Mirna tidak wajar. Diracun.

1 dari 6 halaman

Minta Dicium Mirna, Ini Penjelasan Jessica

Dream - Jessica Kumala Wongso lewat kuasa hukumnya membantah pernah mengirimkan pesan mesra lewat WhatsApp ke Wayan Mirna Salihin.

" Tidak benar itu. Tak ada yang pernah mengajak itu (ciuman-red)," kata pengacara Jessica, Yudi Wibowo, Kamis 4 Februari 2016.

Yudi juga mengatakan dia tidak paham dengan maksud dari ayah Mirna, Dharmawan menginformasikan kabar itu.

Bahkan dia mempertanyakan klaim Dharmawan yang mempunyai bukti transkrip rekaman perbincangan melalui Whatsapp itu.

" Tanya itu ke polisi saja," ucap dia.

Sebelumnya, Dharmawan mengungkap pesan mengejutkan dari Jessica untuk anaknya, Mirna. Pesan itu ditemukan dalam messenger WhatsApp di ponsel putrinya.

Hal itu terungkap dalam acara Indonesia Lawyers Club di tvOne, Selasa malam 2 Februari 2016. Bermula saat advokat Hotman Paris Hutapea melontarkan pertanyaan kepada Darmawan.

" Apakah ada pesan seolah-olah Jessica marah saat ditinggal Mirna menikah," tanya Hotman di acara yang sama.

Mulanya, Darmawan agak ragu menyampaikan ini di media karena terkait materi penyidikan. Tapi akhirnya, Darmawan menjawab pertanyaan advokat nyentrik itu.

" Mau dong dicium sama loe, udah lama," Darmawan mengutip pesan Jessica di ponsel putrinya. " Yang saya lihat seperti itu," tegas Darmawan membacakan pesan 'mesra' itu.

Darmawan mengaku, masih ada lagi beberapa pesan dari Jessica ke putrinya, namun itu akan dibuka di pengadilan.

2 dari 6 halaman

Dapat Informasi Penting dari Australia

Dream - Polda Metro Jaya meminta bantuan Kepolisalian Federal Australia (AFP) untuk menelusuri rekam jejak Jessica Kumala selama mengenyam pendidikan dan bekerja di Australia.

Informasi yang didapat dari AFP tersebut rencananya akan dicocokan dengan fakta yang didapat tim penyidik Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Mohammad Iqbal mengatakan, selama penyidikan, AFP berhasil mendapatkan informasi signifikan mengenai latar belakang Jessica.

Sebab diketahui,‎ Jessica berada di Australia sekira 10 tahun lamanya.

" Background-nya ada di Australia. Sehingga kamu ingin buat terang tindak pidana," kata Iqbal di Jakarta, Rabu 3 Februari 2016.

" Kita sudah diberikan informasi dan sudah cukup signifikan untuk penyidik menguatkan alat bukti," ujar dia menambahkan.

Menurut Iqbal, kerjasama antara Polri dan AFP sudah jamak terjadi. Meski begitu, Iqbal merasa bantuan AFP untuk mencari informasi mengenai latar belakang Jessica di Australia menyebabkan Polda Metro Jaya " berhutang budi" .

Dia berjanji jika kelak AFP memerlukan bantuan investigasi, Polda Metro Jaya akan siap mengerahkan bantuan.

" ‎Nanti, kalau ada kasus di Bali dan Jakarta yang menyangkut kewarganegaraan Australia kami bantu perkaranya," ujar dia.

3 dari 6 halaman

'Om Mirna Meninggal Ya? Cantik Ya Dia'

Dream - Ayah Mirna, Darmawan Salihin mengaku sudah melihat kejanggalan dan kecurigaan terhadap perilaku Jessica saat putrinya tewas.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club di tvOne, Selasa malam 2 Februari 2016, Darmawan mengungkap, kecurigaan pertama saat mengamati perilaku Jessica di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

" Pas ketemu dia (Jessica) di Rumah sakit, saya sudah mulai curiga. Dia bilang saat itu sesak napas, tapi tahu-tahu berdiri terus jalan," kata Darmawan menceritakan.

Kecurigaan itu berlanjut, Darmawan melihat Jessica tidak menangis ketika Mirna dinyatakan mininggal di rumah sakit.

" Teman-temannya yang lain pada nangis, saat itu cuma Jessica yang enggak nangis," ujarnya.

Ia melihat sikap Jessica sangat tenang, berbeda dengan Hani yang sangat panik. Dan yang kian membuat Darmawan curiga adalah saat Jessica mengeluarkan pernyataan ini. 

" Dia (Jessica) datang dengan tenang 'Om Mirna meninggal ya? Cantik ya dia.' Saya tanya kokanak saya meninggal. Dia minum kopi om. kamu minum apa, 'saya minum air mineral om," kata dia.

Tanya Menantu

Darmawan mengaku sempat menanyakan kepada suami mirna, Arief yang ikut mengantar istrinya bertemu Jessica dan Hani.

" Saat Mirna meninggal, saya kumpulin semua anak-anak. Saya tanya ke mantu saya. Arief kamu anterin Mirna ke sana (tempat ngopi), yang aneh apa saat itu?" tanya Darmawan saat itu.

" Orangnya (Jessica) aneh. Jadi Mirna tidak mau bertemu Jessica langsung. Tunggu Hani datang, lalu mereka baru masuk ketemu Jessica," ujar Darmawan menirukan jawaban Arief.

Menurut Darmawan, Jessica sempat menghilang lama. Tetapi, mendadak muncul dan mencari Mirna. 

Bantah

Pengacara Jessica, Yudi Wibowo, membantah kliennya itu penyuka sesama jenis. " Enggak benar itu. Jessica itu punya pacar bule," kata Yudi.

Yudi mengakui, Jessica tidak menyukai pria Indonesia. Sepengetahuannya, Jessica selalu menjalin cinta dengan pria asing. Tapi, Yudi tak menjelaskan dari negara manakah kekasih Jessica berasal.

" Dia nggak suka (cowok) Indonesia. Kekasihnya berwarga negara asing itu namanya Patrick," ucap Yudi beberapa waktu lalu. 

Yudi menuturkan kedekatan yang terjalin antara Jessica dan Mirna hanya sebatas pertemanan. Keduanya, kata Yudi, dekat karena sekolah di universitas yang sama di Sidney, Australia.

" Mereka memang bersahabat, karena sama-sama dari Indonesia juga. Tetapi, keduanya tidak tinggal di rumah yang sama. Jessica tinggal sendirian, sedangkan Mirna tinggal bersama orangtuanya," kata dia. (Ism)

4 dari 6 halaman

Rekaman CCTV Ditunjukkan, Ini Gerak-gerik Jessica

Dream - Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, langsung diperiksa penyidik Polda Metro Jaya setelah ditangkap di Hotel Neo, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, Sabtu 30 Januari 2016. Dalam pemeriksaan itu, penyidik menunjukkan rekaman CCTV yang diambil dari kedai Olivier, tempat Mirna minum kopi yang mengandung sianida.

Dan Jessica terlihat dalam rekaman CCTV yang ditunjukkan oleh penyidik dalam pemeriksaan tersebut. " Saya lihat, ada gerakan dia (Jessica) memindahkan gelas," kata Edy Hasibuan, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Edy hadir di ruang penyidikan Jessica untuk mengawasi proses pemeriksaan tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro. Dia menambahkan, dalam rekaman itu, Jessica tampak menutupi kopi Vietnam yang dipesan dengan tas miliknya. " Kopi dipindahkan ke tempatnya yang ditutupi bag‎," kata dia.

Tetapi, kata dia, dalam rekaman kamera keamanan tersebut tidak terlihat Jessica memasukkan sesuatu ke dalam gelas kopi Vietnam yang diminum Mirna itu. " Lokasi (Jessica) sangat jauh dari dari CCTV," terang Edy.

Meski begitu, dia menganggap rekaman kamera keamanan tersebut dapat menjadi petunjuk kuat bahwa Jessica mengatur letak minuman yang dipesannta. Jessica, tambah Edy, sempat tertangkap menolehkan kepala ke kanan dan kiri.

Edy menduga gerakan itu menunjukkan Jessica sedang mengawasi lingkungan di sekitarnya. " Bagaimana wajahnya (Jessica) terus memandang ke sana ke mari‎," ujar dia.

Pada 6 Januari lalu, Mirna memang bertemu dengan Jessica dan Hani. Mereka berkumpul di kedai Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Jessica memesan kopi yang diminum Mirna sebelum tewas. Setelah diperiksa di laboratorium, kopi itu ternyata mengandung sianida.

Terkait rekaman ini, tak ada penyidik yang bersedia memberikan keterangan. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, juga tak mau menyampaikan materi pemeriksaan terhadap Jessica.

Sementara itu, pengacara Jessica, Yudi Wibowo, mengatakan, polisi tak punya cukup bukti untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus pembunuhan Mirna. Sehingga dia keberatan dengan keputusan polisi. " Buktinya nggak kuat kok main tangkap, ini kan negara hukum," kata Yudi ketika dihubungi.

Yudi akan segera ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Jessica. " Senin (1 Februari 2016) besok saya bicarakan soal ini. Klien saya nggak punya senjata, bukan teroris juga kok bisa ditangkap seperti ini ya," tutur Yudi yang mengaku heran dengan penangkapan Jessica.

5 dari 6 halaman

Terungkap, Ini Pekerjaan Suami Mirna

Dream - Suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, tak banyak dikenal publik. Dalam kasus kematian istrinya, Arief terlihat menjadi sosok misterius.

Menurut penuturan Darmawan Salihin, diketahui pekerjaan Arief. Dia menampik jika menantunya itu memiliki latar belakang anggota kepolisian.

" Anggota? Ngarang. Wiraswasta biasa. Arief bekerja di jual beli hasil bumi," kata Darmawan usai memberikan keterangan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin 1 Februari 2016.

Tetapi, Darmawan tidak mau menjelaskan secara rinci hasil bumi yang dimaksudkannya, apakah berupa hasil tambang atau hasil perkebunan. Dia pun menyangkal jika ayah Arief memiliki perusahaan.

" Enggak tahu. Memangnya saya mertua apaan tanya-tanya seperti itu. Bapaknya sudah pensiun," ucap Darmawan yang hadir ke Polda Metro Jaya untuk menemani kembaran Mirna, Made Sandy Salihin yang turut diperiksa penyidik. 

Mirna dan Arief saling berpacaran cukup lama saat mereka berkuliah di Australia. Tetapi, ada kabar yang menyebut, jika Arief sempat menjalani hubungan dengan Jessica Kumala, tersangka kasus pembunuhan Mirna.

Saat dimintai konfirmasi mengenai kabar tersebut, Darmawan langsung menepisnya.

" Enggak ada itu. Ngarang, jangan sampai simpang siur. Arif tuh enggak berhubungan langsung dengan dia (Jessica), kan beda kota, Arif di Melbourne," ujar dia.

Darmawan, dalan kesempatan itu juga membantah dia mengetahui rencana pembunuhan Jessica terhadap Mirna. Menurut dia, kabar itu harus diverifikasi kembali dengan otoritas kepolisian Australia.

" Enggak tahu ya. Soal itu tunggu saja polisi dari Australia. Nanti juga ada beritanya itu," ucap dia. (Ism) 

6 dari 6 halaman

Reaksi Jessica Saat Berpapasan Keluarga Mirna

Dream - Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, keluar dari ruang pemeriksaan Direktorat Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya pada pukul 16.50 WIB, Senin 1 Februari 2016.

Jessica dikawal sekitar tujuh petugas polisi berseragam dinas dan putih ketika hendak dikembalikan ke ruang tahanan.

Jessica yang memakai baju tahanan berwarna oranye, tampak menunduk. Senyum yang biasanya tersungging di bibirnya tak nampak. Jessica pun tak memberikan komentar apa-apa.

Menurut pantauan, Jessica menjalani pemeriksaan selama hampir tujuh jam. Dalam pemeriksaan yang berlangsung tampak ditemani ibundanya Imelda Wongso dan salah seorang tim kuasa hukumnya, Yayat Supriyatna.

Imelda Wongso terlihat terus menundukkan kepalanya. Dia terus menutup mulutnya ketika ditanyai puluhan wartawan tentang kehidupan pribadi keluarganya.  Wajahnya yang sudah terlihat tua, terus saja dipalingkan dari kamera wartawan.

Menurut Yayat, kunjungan Imelda untuk menjenguk Jessica. Dalam kunjungannya itu mereka sempat menyantap makan siang bersama. Dia melihat kondisi Jessica juga tampak bugar.

" Jessica sehat. Tadi kami sempat makan bareng," kata Yayat, Senin, 1 Februari 2016 mewakili pihak keluarga.

Tolak Minta Maaf

Menanggapi keinginan permintaan maaf keluarga Mirna, kuasa hukum Jessica menolak itu. Sebab, mereka mengaku tak mempunyai masalah apapun sehingga tidak memiliki kewajiban untuk mengajukan permohonan maaf.

" Jessica maupun keluarga tak pernah akui kalau Jessica adalah pelakunya. Buat apa kami minta maaf, kan tidak bersalah," ucap dia.

Yayat menambahkan, meski sempat berpapasan di ruang pemeriksaan Direskrimum Polda Metro Jaya dengan Darmawan Salihin, ayahanda Mirna, kedua keluarga ini tampak dingin. Satu sama lain tak bertegur sapa.

" Tadi sempat berpapasan di dalam. Tapi tidak berkomunikasi," kata dia. (Ism)

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair