Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Xiaoshi Sedang Livestreaming Bersama Sang Ayah (Foto: Shanghaiist)
Dream - Seorang bocah lima tahun yang dijuluki Batu Kecil, Xiaoshi, sedang berjuang melalui live streaming di media sosial. Xiaoshi mencari biaya untuk perawatan sindrom nefrotik yang dialaminya.
Bocah asal Changchun, Jilin, China itu mengalami sindrom itu sejak berusia 14 bulan. Sindrom itu menyebabkan terjadinya gejala pembekuan darah, infeksi, dan tekanan darah tinggi karena kerusakan ginjal.
Dikutip dari Shanghaiist, orang tua Xiaoshi telah menghabiskan lebih dari 300 ribu yuan, setara Rp616 juta, untuk pengobatan sang anak. Bahkan rumah yang mereka diami juga telah dijual untuk menambal pengobatan itu, kata media setempat NetEase.
Usai menjalani perawatan, Xiaoshi masih membutuhkan obat. Harga obat ini sebesar 7.000 yuan, setara Rp14 juta.
Harga obat-obatan ini membuat sang orang tua terdesak. Upah rendah dari pekerjaannya menjadi alasan mereka.
Tetapi, baru-baru ini, aliran rezeki terbuka untuk keluarga ini. Orang tua Xiaoshi membuat akun siaran langsung yang dibintangi putra mereka.
Tampilan Xiaoshi yang gendut, karena efek obat yang dikonsumsi, membuatnya tampak seperti sosok patung Buddha. Inilah yang menjadi daya tarik penonton dari seluruh penjuru Negeri Tirai Bambu.
Arus penonton Xiaoshi rata-rata perhari mencapai 1 juta orang.

Meski sang orang tua khawatir terhadap dampak internet bagi tumbuh kembangnya, Xiaoshi tampak bahagia menjalani `pekerjaannya`.
Xiaoshi, yang tak dapat pergi bersekolah, dapat menemukan teman-teman baru. Dan tentu saja uang yang lumayan.
" Ada banyak paman, bibi, saudara laki-laki, dan saudara perempuan yang peduli dengan saya. Saya bisa mendapatkan uang untuk membayar biaya pengobatan saya. Saya ingin menghasilkan uang sendiri untuk mengurangi beban orang tua," kata Xiaoshi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya