CONNECT WITH US!

Bolehkah Melayat Dengan Mengirim Karangan Bunga?

Reporter : Ahmad Baiquni | Senin, 20 Maret 2017 20:00
Dewasa ini, masyarakat kerap mengirimkan karangan bunga berisi ucapan bela sungkawa.

Dream - Melayat atau ta'ziah sudah menjadi kebiasaan bagi umat Islam, terutama Indonesia. Ini dimaksudkan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan serta mendorong mereka agar lebih bersabar dan berserah diri kepada Allah SWT.

Hal ini seperti tertuang dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah.

" Rasulullah Muhammad SAW bersabda, 'Siapa yang berta’ziah kepada orang yang ditimpa musibah, maka dia akan menerima pahala seperti pahala yang didapat orang tersebut (orang yang ditimpa musibah)."

Melayat kerap kali dijalankan dengan mendatangi rumah duka tempat jenazah disemayamkan. Seiring berjalannya waktu, banyak dari umat Islam mengirimkan ucapan bela sungkawa baik melalui pesan elektronik maupun karangan bunga.

Melihat persoalan ini, apakah dibolehkan?

Dikutip dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, pengiriman karangan bunga sebenarnya bukan merupakan bagian dari ta'ziah jika dilihat dari sudut pandang fikih. Meski demikian, terdapat ketentuan ta'ziah tidak harus dijalankan dengan tatap muka, seperti dijelaskan dalam kitab Qalyubi wa Umairah.

" Diperoleh (pahala) ta'ziah dengan pengiriman tulisan, surat, dan semisalnya."

Sementara menurut pandangan Sulayman al-Bujairami dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarh al-Khatib menjelaskan,

" Ta’ziyah secara bahasa berati menghibur. Adapun menurut syara’, syariat adalah meminta (orang yang ditimpa musibah) bersabar dan mendorongnya untuk selalu bersabar dengan janji pahala dan mengingatkannya akan dosa orang yang berputus asa, serta mendoakan ampunan untuk mayit dan mendoakan orang yang ditimpa musibah agar mendapatkan gantinya (terhibur)."

Selengkapnya...

[crosslink_1]

Laporan Khusus - Pertumbuhan Muslim di Benua Biru