Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Keluarga Avra (Khaleej Times)
Dream - Komunitas Bohra punya tradisi puasa yang unik. Selama berabad-abad, masyarakat Muslim yang berasal dari India ini hanya berbuka puasa dengan bacaan basmalah dan sejumput garam.
Kebiasaan unik ini berbeda dengan sebagian besar Muslim, yang berbuka dengan kurma atau makanan manis lainnya. Mereka memilih garam karena yakin bisa memberi perlindungan dari sejumlah penyakit.
Mari kita singgah ke rumah keluarga Avra Huzaiva, anggota komunitas Muslim Bohra di Dubai, Uni Emirat Arab. Bersama suaminya, Huzaifa Mohsin, dan sang putra, Ali Asghar, mereka masih melakukan tradisi unik peninggalan leluhur itu.
Saban hari di setiap Ramadan, mereka berbuka di Pusat Komunitas Bohra di Business Bay, Dubai. “ Pemimpin kami mengatakan memasak di rumah harus dihindari karena bulan Ramadhan hanya untuk berdoa dan membaca Quran,” kata Avra.
Berbuka bersama komunitas mampu membangun rasa kebersamaan di antara anggota Bohra. Di pusat komunitas itu, mereka bisa bertemu dengan sesama anggota Bohra.
“ Ini membantu kami membangun ikatan komunitas yang kuat.” Namun hari itu, keluarga Avra tak berbuka di pusat komunitas. Mereka memilih berbuka puasa bersama di rumah.
Setelah berbuka dengan garam, kurma, dan minum, serta sholat Maghrib, Avra segera menyiapkan hidangan khas Bohra yang lezat di atas nampan besar. Mereka buka bersama.
“ Keluarga yang makan bersama tetap bersama,” kata Avra.
Di meja makan, terdapat nampan yang penuh dengan makanan lezat. Mulai buah, daging yang dimasak dengan berbagai olahan, hingga berbagai minuman manis yang menyegarkan kerongkongan.
Saat berbuka puas bersama di pusat komunitas, satu nampan dikelilingi oleh delapan orang. Makanan tak akan dihidangkan jika orang yang meriung di sekeliling nampan belum genap delapan.
Saat makan bersama, nampan itu diputar. Orang-orang mengambil makanan sesuai urutan: makanan manis, berbagai rasa, dan kembali lagi ke makanan manis, sebelum pada makanan penutup dan diakhiri dengan garam.
“ Di pusat komunitas kami diberi paket makanan yang terdiri dari kurma, biskuit, yang disajikan di sajadah sambil meninggu azan,” tutur Avra.
Baru setelah sholat Isya, anggota Bohra mengelilingi nampan, masing-masing delapan orang. Laki dan perempuan duduk terpisah. Mereka kemudian menyantap hidangan berat yang lezat.
Selain di pusat komuniras Bohra, banyak anggota lain yang pergi berbuka puasa bersama di masjid-masjid terdekat dengan mereka. (Sumber: Khaleej Times)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?