BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Sumber: Istimewa
Dream - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berhasil mengumpulkan ibu-ibu RT guna meningkatkan kepedulian mereka terhadap menu dengan gizi yang seimbang pada lomba nasi goreng khas Mbak Ita.
Perlombaan yang dilakukan di Lapangan Simpang Lima Semarang, pada Sabtu 26 Agustus 2023 itu pun mendapatkan apresiasi dari Ketua DPR RI Puan Maharani.
“ Ini acara yang menurut saya sangat baik, saya apresiasi karena mengumpulkan ibu-ibu dari setiap RT dengan suasana gembira. Kemudian membuat masakan khas Indonesia dengan gizinya, ini contoh yang sangat baik dan saya apresiasi dari kota Semarang," ujar Puan yang turut hadir di lokasi.
Puan berharap, kegiatan seperti lomba nasi goreng Khas Mbak Ita ini dapat terus berlanjut disertai dengan inovasi lainnya.
" Mungkin akan ada kegiatan-kegiatan seperti ini untuk bisa melakukan kegiatan bersama-sama di kota Semarang. Kita guyub, aman, dan adem ayem. Saya rasa masyarakatnya juga merasa bahagia," pungkasnya.
Sementara Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berharap kedepannya pada ibu di Semarang tak hanya sekedar memasak. Namun juga harus memperhitungkan gizi di setiap menu masakan.
Menurutnya, lomba nasi goreng ini dipilih sebagai cara mudah memperkenalkan ibu-ibu cara masak makanan bergizi dengan menu yang simple dan hampir disukai semua orang.
" Harapan kita semua, ibu-ibu ataupun perempuan ini bergerak dengan mulai senang lagi memasak. Dalam arti bukan masak-masak yang asal masak, tetapi ibu-ibu juga memperhitungkan nilai gizinya,” kata wanita yang akrab disapa Mbak Ita.
“ Kalau kita bilang ini isi piringku, jadi ada karbohidrat, ada protein, ada vitamin dan sebagainya. Dan kita masak nasi goreng karena ini universal dan semua suka nasi goreng," tuturnya.,” tambahnya.
Selain itu, dengan adanya lomba ini juga menjadi ajang silaturahmi antara ibu-ibu di Kota Semarang jadi saling mengenal.
" Yang kedua ini keguyuban, saya dengar ibu-ibu yang tadinya gak kenal, gara-gara nasi goreng mereka jadi kenal. Sampai sekarang pun, meskipun kalah, mereka masih punya grup Whats App dan lain sebagainya," imbuhnya.
Lomba nasi goreng khas Mbak Ita sendiri memang diperuntukkan untuk turut memeriahkan HUT kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Meski begitu, lewat lomba ini Mbak Ita juga ingin mengkampanyekan tentang hidup sehat, gizi seimbang, pencegahan stunting, ketahanan pangan dan urban farming sebagai salah satu fokus dari pemerintahannya.
Puncak lomba itu juga dihadiri oleh Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi, dan Ketua TP PKK Kota Semarang, Alwin Basri. Selain lomba memasak, juga ada lomba Yel-Yel serta lomba video yang tak kalah seru.
Untuk lomba nasi goreng khas Mbak Ita juara pertama diraih oleh Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang disusul Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang sebagai juara ke dua dan juara ke tiga diraih oleh Kelurahan Mugas Sari, Kecamatan Semarang Selatan.
Sementara untuk lomba yel-yel juara satu diraih oleh Kelurahan Sumurejo, Kecamatan Gunungpati, kemudian juara dua diraih oleh Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan dan Kelurahan Pedurungan Lor berhasil menduduki juara ke tiga. Sedangkan untuk lomba video terdapat 20 kelurahan dengan predikat video terbaik.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
