Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dr. Kevin (Foto: Instagram @feministevent)
Dream - Dokter Kevin Samuel Marpaung sedang menjadi sorotan karena membuat konten video TikTok yang dianggap tak etis, merendahkan perempuan, dan mencoreng profesionalisme profesi rekan sejawatnya.
Dalam video 15 detik yang beredar, Kevin terlihat memeragakan pengecekan pembukaan jelang persalinan. Ia telihat memakai jas putih khas dokter, menggantungkan stetoskop di leher, serta mengenakan sarung tangan lateks putih.
Ia berlaga layaknya dokter obgyn yang diminta mengecek tingkat pembukaan serviks dalam konteks persalinan oleh seorang bidan. " Bidan: Dok, tolong cek pasien Ny. A sudah pembukaan berapa," tulis keterangan video.
Saat diminta mengecek pembukaan itu, mata kamera mendekat menyorot Kevin. Ia memicingkan mata, mengerutkan alis, dan mengulum atau menggigit bibir sendiri, lalu mengacungkan dua jari ke depan bibir. Adegan itu diiringi musik disko dengan efek tumpahan cahaya aneka warna berkerlap-kerlip.
Tangannya lalu dijatuhkan seolah melakukan pengecekaan pembukaan, Kevin memandang ke arah atas sambil menggelengkan kepala ke kanan-kiri. Saat itu kembali muncul catatan, " awkward moment" .
Konten tersebut dianggap sebagai pelecehan terhadap perempuan dan diunggah ulang oleh beberapa akun di media sosial, salah satunya akun @feministevent, Sabtu 17 April 2021.
" Perempuan mau lahiran masih saja diseksualisasi, dilecehkan. Bisa gak sih kami merasa aman, nyaman, dimanapun dan kapanpun, nggak diliputi rasa takut akan jadi korban pelecehan/kekerasan seksual?," tulis akun @feministevent dalam unggahan ulangnya tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dokter Kevin sempat dinobatkan menjadi lulusan terbaik mahasiswa kedokteran salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Eka Mulyana, menilai, video konten yang diperagakan Kevin itu dapat dinilai pelanggaran kode etik profesi. Bukannya menghibur, Eka bahkan menyampaikan kekhawatiran, bahwa yang dipertontonkan dalam video tersebut dapat mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap dokter.
" Dapat dinilai melanggar kode etik kedokteran. Bisa (diberikan sanksi) sesuai IDI dimana yang bersangkutan berpraktek. Bila terkait etika sanksi etik, (dapat diberikan) teguran untuk tidak mengulangi lagi," katanya.
" Kepercayaan masyarakat dapat tercoreng oleh salah satu oknum," tegasnya.
Sementara itu, Akademisi dari Pusat Riset Gender dan Anak Unpad, Antik Bintari, berpendapat, hal itu bisa dinggap bentuk pelecehan seksual, bahkan pelecehan terhadap fungsi-fungsi reproduksi perempuan.
Antik menjelaskan, jika yang disebut dengan pelecehan seksual itu adalah seluruh tindakan yang berkaitan dengan perilaku seksual, baik lisan, fisik, isyarat, yang bersifat seksual, maka konten itu bisa saja dikategorikan demikian.
" Ekspresi yang dimunculkan, beserta keterangan yang termuat dalam video, seperti mencoba mengaitkan apa yang ada di dalam pikirannya, yang menurut saya tidak senonoh, dengan tugasnya untuk melakukan pemeriksaan yang sangat sensitif dan sangat intimate," katanya.
Antik menilai, Kevin melecehkan dan menyepelekan aktivitas perempuan yang padahal konteksnya adalah pertaruhan hidup dan mati. Lebih jauh lagi, konten demikian bisa merusak kepercayaan, menimbulkan kekhawatiran dan stereotipe negatif terhadap dokter laki-laki.
Antik menyatakan, konten Kevin menampilkan sebuah sikap seksual yang merendahkan. Konten-konten semacam itu, katanya, banyak bertebaran. Namun, konten ini dinilai fatalnya lantaran menampilkan analogi dokter dengan isu yang sangat sensitif, melahirkan.
" Kita tidak bisa memilih apakah akan ditangani oleh dokter laki-laki atau perempuan. Akhirnya, hanya berdasarkan kepada azas kepercayaan. Jangan lupa, ini berkaitan dengan dunia medis yang tingkat kebergantungan kepada dokter itu tinggi," katanya.
Pelecehan atau sikap merendahkan alat-alat reproduksi dan organ-organ vital perempuan, kata Antik, dipandang dalam perspektif apapun merupakan hal yang tak etis. Profesi dokter memiliki kode etik, maka Antik yakin bahwa tak hanya aktivis perempuan yang pantas bersuara, tetapi juga sejawat dokter lainnya. Seorang dokter profesional, kata Antik, tak mungkin mengumbar konten demikian.
" Saya langsung menghubungi beberapa rekan saya yang dokter, yang mengajar juga di fakultas tempat dia berkuliah waktu dulu, dan mereka juga langsung kaget. Kemudian setelah diselidiki, akan ada tindak lanjut entah itu teguran atau sanksi," tandasnya.
Setelah konten TikToknya ramai dan dikecam, Kevin langsung membuat video perminataan maaf. Dalam video yang diunggah pada Sabtu, 17 April 2021, ia menyampaikan permintaan maaf yang ditujukan kepada masyarakat luas, khususnya perempuan.
" Kepada seluruh masyarakat, teman-teman netizen dan khususnya kaum wanita saya dokter Kevin ingin meminta maaf sebesar-besarnya atas video konten saya mengenai pembukaan (persalinan)," katanya.
Kevin mengakui bahwa dalam dalam unggahan TikToknya, gegabah dalam memilih latar musik dan berekspresi.
" Dalam vidoe tersebut saya tidak berhati-hati dalam memilih soundtrack dan memasang ekspresi wajah yang terkesan melecehkan. Sekali lagi saya ingin meminta maaf khususnya untuk kaum wanita," kata Kevin.
Atas kejadian itu, Kevin berjanji tak akan lagi membuat konten demikian, serta lebih berhati-hati dalam bersikap terutama membuat video konten publik. Ia juga berjanji akan membuat konten video yang lebih edukatif.
" Ke depannya saya akan berhati-hati dalam membuat video konten dan berjanji akan lebih fokus ke video konten yang bersifat edukasi," katanya.
Sumber: liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya