Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi Cacing/ Shutterstock
Tim peneliti dari Max Planck Institute of Molecular Cell Biology, yang dipimpin oleh Profesor Teymuras Kurzchalia, menemukan bahwa cacing mampu bertahan dalam cryptobiosis jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.
Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pemahaman proses evolusi karena waktu generasi cacing bisa mencapai dari beberapa hari hingga ribuan tahun.
Selain itu, kelangsungan hidup jangka panjang dari individu spesies ini dapat menyebabkan garis keturunan muncul kembali yang sebelumnya dianggap punah.
Proses penghidupan kembali cacing purba ini awalnya dilakukan di Institute of Physicochemical and Biological Problems in Soil Science RAS di Rusia oleh Anastasia Shatilovich, dan kemudian dia berkolaborasi dengan Planck Institute untuk melanjutkan penelitian ini.
Penemuan ini menjadi terobosan besar dalam dunia ilmu pengetahuan, membuka wawasan baru tentang ketahanan makhluk hidup dalam kondisi ekstrem, dan juga memberikan pelajaran berharga tentang proses evolusi yang berlangsung selama ribuan tahun.
Semoga penelitian ini terus memberikan kontribusi penting bagi pemahaman ilmiah kita tentang kehidupan di Bumi.
(Sumber: Dailystar)
Dream - Fenomena aneh hujan cacing melanda Bihar, India wilayah Timur yang berbatasan dengan Nepal. Dalam rekaman video yang beredar di internet memperlihatkan ribuan cacing menutupi jalan kota.
Dikutip dari New York Post, cacing-cacing tersebut merayap dan menutupi semua jalan serta membentuk lapisan tebal.
Akibatnya penduduk setempat yang ketakutan mulai menutup toko mereka. Beruntungnya fenomena hujan cacing tersebut tidak merugikan siapapun.

Belum diketahui asal usul cacing tersebut. Namun peristiwa serupa bukanlah yang pertama kali.
Sebelumnya di Provinsi Liaoning, China, juga pernah terjadi peristiwa ‘hujan cacing’. Dalam video yang viral memperlihatkan banyak cacing yang berserakan di mobil dan jalanan.

Seorang ahli menyebut fenomena itu sebagai ‘catkins’ yang berasal dari spesies pohon populer yang tumbuh di wilayah tersebut.
“ Catknis menyerupai ulat dan begitulah mereka sering digambarkan atau sebagai struktur berlekuk-lekuk seperti cacing,” kata Claire Thomas Federici, ahli botani dari Universitas of California, Riverside.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa