Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Betapa pedihnya manusia hidup jika tidak mempunyai kebahagiaan. Menikmati rasa bahagia merupakan suatu anugerah. Yang kenyataannya tak mudah didapatkan.
Terlintas dibenak orang mungkin bertanya-tanya perlukah seseorang bahagia? Dan sulitkah meraih itu?
Jangan salah, yang harus diketahui adalah kebahagiaan bukan berarti berlibur keliling dunia. Bukan juga tentang uang berlimpah.
Empat tahun lalu, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mencetuskan bahwa pada tanggal 20 Maret menjadi Hari Bahagia Internasional. Karena hidup bahagia sangat berarti bagi umur seseorang. Mereka bisa hidup lebih lama dibandingkan mereka yang hidup penuh penderitaan.
Sementara itu, menurut penelitian, telah menjadi jelas bahwa kebahagiaan bukan berdasarkan masalah pribadi, tapi juga tentang kesehatan masyarakat, ekonomi global, dan kesejahteraan nasional. Hal itulah mengapa pentingnya kebahagiaan diperingati tiap setahun sekali.
Namun mendapatkannya bukan suatu yang mudah, sebab sering kali rasa kecewa kapan saja datang mengganggu seperti seekor serangga.
Dari hasil penelitian lain mengklaim kebahagiaan adalah sesuatu yang dapat diciptakan dari diri sendiri dan kemudian dinikmati.(Sah)
© Dream
Jika seseorang tidak merasa bahagia, ketahuilah penyebab-penyebab itu semua. Konon apabila manusia sering sekali berfokus pada hal-hal yang menjengkelkan. Antara lain sering berperasangka negatif terhadap teman maupun lingkungan.
Caranya Anda perlu memikirikan kegiatan apa yang membuat hati bahagia. Situasi tersebut juga bisa dilakukan saat sedang sendiri, bersama orang lain, atau sesuatu kegiatan yang berarti untuk orang banyak.
Sebuah studi tahun 2005 mengajak peserta untuk melakukan praktik ini setiap hari selama seminggu, dan setelah itu mereka mengakui merasa lebih bahagia dari hari sebelumya.
© Dream
Kesenangan bukanlah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Di tengah tugas dan rutinitas, hidup kadang-kadang merasa membosankan. Namun bagaimana caranya menyalakan kembali semangat hidup.
Perlu diketahui, seseorang harus memacu diri dari makna dan tujuan hidup. Hal tersebut tentu agar seseorang tidak merasa hampa dan mendorong orang menjadi bersyukur.
© Dream
Ketika seseorang merasa kecewa atau sedih, gunakan kekuatanmu untuk melawan semua itu dengan cara berfikir positif. Memang bukan suatu hal mudah, tapi jika kamu mampu menguasai situasi tersebut, maka dengan mudah kebahagiaan selalu tercipta.
Sumber: Daily Good
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya