Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Aprilia Manganan (Foto : Instagram Manganang)
Dream - Aprilia Manganang semakin tenar. Penampilan ciamik bersama timnas bola voli putri di ajang Asian Games 2018 membetot perhatian masyarakat. Smash keras kerap membuat nyali lawan ciut.
Tapi tahukah kalian, pprestasi yang dicapainya saat ini diraih melalui jalan terjal. Dahulu, kehidupannya sangatlah susah. Ibunya bekerja sebagai pembantu. Sang ayah hanyalah pekerja Koperasi Unit Desa.
" Keluarga aku latar belakang kurang mampu. Mama cuma pembantu rumah tangga, papa kerja di KUD. Gajinya Rp300 ribu sampai Rp400 ribu lah," kata Aprilia dalam program televisi Rumpi.
Kondisi ini membuat Aprilia sudah mulai mencari uang sejak SD. Jualan pisang goreng hingga mencari kayu bakar.
" Dari SD sudah jualan pisang goreng, aku kan tinnggal di pedalaman jadi aku juga cari kayu bakar. Dari didikan orang tua harus hidup mandiri," katanya.
Karena terlahir dalam keluarga yang tidak mampu, Aprilia kerap dikucilkan oleh teman-temnnya. Saat ada teman ulang tahun dia bahkan jarang diundang karena dianggap tak akan bisa memeberikan hadiah.
" Iya mungkin karena lihat latar belakang keluarga aku. Kalau dulu kan kita ulang tahun identik dengan kado, jadi setiap ulang tahun itu harus bawa kado," papar Aprilia.
Namun setelah sukses sebagai atlet voli, teman-temannya yang dahulu mengucilkan kembali mendekatinya. Banyak di antara mereka bahkan berkunjung ke rumahnya.
" Iya kemarin banyak yang datag ke rumah, padahal sebelum-sebelumnya jarang," imbuh Aprilia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam