Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Momen Menyentuh Lihat Istri Minta Maaf Berkali-kali Sebelum Suaminya Diintubasi. (Foto: MStar.com.my)
Dream - Ajal adalah rahasia Allah. Hanya Allah yang tahu kapan seorang manusia akan meninggal. Kita sebagai manusia hanya mampu berusaha, tetapi Allah yang menentukan.
Begitu juga dengan seorang dokter, yang hanya mampu berusaha untuk merawat pasien. Dokter hanya bisa berharap bisa memberikan kesembuhan sehingga pasien kembali sehat.
Seorang dokter di Malaysia merasa terharu saat membagikan kisahnya yang menyaksikan 'momen penuh air mata' antara seorang pasien dan istrinya di rumah sakit.
" Baru saja aku terangkan kepada sang istri, jika pasien perlu diberi bantuan pernapasan karena keadaan semakin kritis.
" Sang istri mengangguk paham dan setuju. Tapi matanya sudah berkaca-kaca. Aku beri kesempatan padanya untuk bertemu si suami sebelum diintubasi," tulis Dr Ahmad Samhan Awang di Facebook.
Sambil memeluk tubuh suami yang tergeletak lemah di tempat tidur, wanita itu berulang kali mengatakan permintaan maaf kepadanya.
" 'Maafkan Ida bang, maafkan Ida bang. Halal makan minum Ida bang'. Tangan suaminya mengusap lembut kepala istri sambil berkata, 'Abang relakan Ida'," kata Dr Ahmad Samhan mengulang kembali perbincangan suami istri itu.
Menurut Dr Ahmad Samhan, sudah jadi kebiasaan tim dokter untuk memberi penjelasan dan mendapat persetujuan dari pasien dan keluarganya sebelum melakukan intubasi.
Dr. Ahmad Samhan mengatakan pasien akan diberi obat tidur dan dimasukkan selang yang disambungkan pada alat bantuan pernapasan (ventilator).
" Setelah diintubasi, mereka akan dipantau di ICU. Jika keadaan pasien semakin baik, maka selang tersebut akan dicabut," jelas dokter berusia 35 tahun itu.
Tetapi jika keadaan semakin kritis, pasien biasanya tidak sadarkan diri dan kemungkinan meninggal tanpa sempat berkata-kata lagi.
Karena itu, sebelum memberi obat tidur, Dr Ahmad Samhan membimbing pasien tersebut untuk mengucapkan kalimat syahadat.
Dr Ahmad Samhan yang berada di kepala tempat tidur dapat melihat pergerakan dada pasien yang tersengal-sengal saat berusaha berbicara.
" Dada pasien turun naik. Mulutnya tersengal-sengal untuk mendapat lebih banyak oksigen memasuki paru-paru.
'Ikut saya mengucap Lailahaillah muhammadurrasullah'. 'Pak, kami akan masukkan obat tidur ya'. Dia mengangguk," kata Dr Ahmad Samhan.
Walau bagaimanapun, Dr Ahmad Samhan berkata, setiap manusia tidak akan tahu apa yang bakal dihadapi ketika ajal datang menjemput.
" Kita tidak tahu pasti apa yang bakal kita hadapi. Ada orang meninggal di jalan raya. Ada orang meninggal tenggelam. Ada orang meninggal saat di atas tempat tidur.
" Yang pasti kita semua akan mati. Yang paling kaya pun mati. Yang paling miskin pun mati. Yang sehat mati, yang sakit apalagi.
" Kita cuma perlu berdoa, semoga dipermudahkan saat-saat roh kita terpisah dari tubuh. Mengucap kalimat syahadah dengan baik dan diampunkan segala dosa sebelum diambilnya nyawa kita... dan berharap kita tidak menyusahkan siapa-siapa dan tidak meninggalkan beban pada mereka yang masih hidup," pungkas Dr Ahmad Samhan.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya