Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi Agustinus Prapto Menyatakan Ikrar Syahadat Dibimbing Ustad Abdul Wahab Pengasuh Salah Satu Pondok Di Semarang (Foto Dok. Pondok Via NU Online)
Dream – Agustinus Prapto, seorang pria yang berprofesi sebagai pengacara, memutuskan masuk Islam setelah bermimpi didatangi ayahnya setiap malam. Mendiang ayah datang ke dalam mimpinya selama beberapa hari.
Dlaam mimpunya, Agustinus mendengar permintaan sang ayah agar dia segera mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.
Semula, Agustinus mengabaikan mimpi dan pesan ayah tersebut. Namun mimpi yang sama berulang setiap malam. Hingga akhrinya ia memutuskan untuk menjalankan wasiat ayahnya untuk menjadi muallaf.

Agustinus yang semulai mengabaikan mimpinya itu selalu dihinggapi perasaan gelisah memikirkan pesan dari mendiang ayahnya. Ia mulai bimbang jika pesan dalam mimpi itu sebagai petunjuk almarhum ayahnya menagih wasiat sebelum meninggal atau sekadar bunga tidur.
Ia menceritakan pesan masuk Islam sebenarnya sudah pernah diucapkan oleh ayahnya ketika masih hidup.
“ Pesan itu juga pernah disampaikan secara langsung oleh papa sesaat sebelum meninggal dunia. Papa menginginkan keluarganya segera syahadat dan masuk Islam,” jelas Agustinus.

Niat Agustinus untuk menjadi mualaf bukannya tanpa halangan. Sesudah memutuskan mengucapkan ikrar syahadat dan menjadi muslim, dalam sekejap ia diusir oleh sang istri. Keesokan harinya dia harus menerima cobaan berat karena dipecat dari pekerjaannya sebagai konsultan hukum di Kabupaten Kudus.
Didera berbagai cobaan ini tidak lantas membuat Agustinus putus asa. Sebaliknya, dia semakin mantap dengan pilihannya menjadi mualaf. Agustinus akhirnya memutuskan pergi ke rumah salah satu teman di Kota Semarang untuk mencari ustadz yang bisa membimbing dirinya masuk Islam.
Sejak Kamis 30 Juli 2020 kemarin, Agustinus resmi masuk Islam dengan mengucapkan kalimat dua kalimat syahadat, tepatnya saat hari Arafah 9 Dzulhijjah 1441 H.

Ia menjadi mualaf atas bimbingan KH Abdul Wahab, seorang pengasuh Pondok Pesantren Putri Modern Ni’matul Qur’an di Kelurahan Wates Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
Kepada sang Kyai, dia menceritakan tentang wasiat dari ayahnya untuk menjadi muallaf.
“ Saya datang ke sini mohon untuk dibimbing mengucapkan syahadat. Saya mau melaksanakan wasiat bapak saya, dengan cara masuk Islam,” ucapnya dengan disaksikan para santri, para ustadz di pondok pesantren tersebut.

Saat Agustinus mengutarakan tujuan kedatangannya itu, sang kyai pun bertanya tentang kemantapan hatinya.
“ Apakah Anda sudah yakin dan mantap?” tanya ustad Abdul Wahab seraya menekankan jika ajaran Islam tidak boleh memaksakan seseorang untuk memeluk agamanya.
“ Jika Anda yakin, mantap, dan tanpa ada pihak manapun yang memaksa Anda masuk Islam, saya bersedia membimbing Anda membaca syahadat,” lanjutnya.

Dengan tegas Agustinus mengatakan tidak ada paksaan dari pihak manapun yang memengaruhinya menjadi muslim.
“ Tidak ada paksaan dari pihak manapun, Pak. Bahkan saya rela diusir dari keluarga dan dikeluarkan dari tempat kerja saya, asalkan saya dibimbing untuk masuk Islam,” ucapnya.
Usai mengucapkan dua kalimat syahadat, Agustinus mendapatkan wejangan dari Ustad Abdul Wahab bahwa hidayah Allah memang tidak bisa kita cari. Hidayah akan hadir dengan sendirinya sesuai kehendak Allah Swt.
“ Semoga pak Prapto bisa istiqomah menjalankan syariat agama Islam dan menjadi muslim yang shalih, bertakwa, dann menjadi teladan bagi keluarga pak Prapto,” tutur Ustad Abdul Wahab mendoakan Agustinus.
Sumber: NU Online
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam