Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Alergi Cat Rambut, Robyn Cherry Hampir Meninggal. (Foto: HotSpot Media)
Dream - Perempuan asal Inggris, Robyn Cherryl, hampir saja meninggal dunia akibat alergi cat rambut.
Pada 2010, wanita 29 tahun itu pergi ke salon untuk mewarnai rambutnya jadi cokelat. Belakangan dia menganggap langkah itu sebagai keputusan terburuk dalam hidupnya.
Robyn mengatakan bahwa sebelumnya dia akan melakukan bleaching terlebih dahulu terhadap rambutnya yang berwarna pirang dua kali sebulan.
Tidak itu saja, dia juga biasanya akan melakukan tes alergi (patch test) dan menunggu dua hari sebelum mewarnai rambutnya.
Namun entah mengapa saat ingin kembali mewarnai rambutnya jadi cokelat, Robyn tidak melakukan langkah-langkah tersebut.
Pihak salon memang melakukan tes alergi terlebih dahulu terhadap kulit Robyn. Tapi saat itu tidak ada reaksi apa-apa.
" Salon melakukan tes alergi ke saya sehari sebelum mewarnai rambut. Hasilnya tidak menimbulkan reaksi apa pun," kata Robyn.
" Hari berikutnya, saya diminta untuk datang dan salon mengecat rambut saya jadi cokelat," tambahnya.
Namun, hanya beberapa menit meninggalkan salon, Robyn merasakan kulit kepalanya seperti terbakar.
Saat itu Robyn tidak mengindahkan rasa tersebut. Tapi saat bangun pagi keesokan harinya Robyn kaget karena wajahnya bengkak.
" Kepala bengkak dan rasanya sangat sakit, saya sangat takut. Rasanya panas seperti mau meledak," katanya.
Ibunya membawa Robyn ke dokter, tapi resepsionis menyuruh mereka langsung ke rumah sakit.
" Ibu saya sangat khawatir melihat kepala saya terus membengkak sepanjang perjalanan ke rumah sakit," kata Robyn.
Tiba di rumah sakit, kepala Robyn tambah membengkak hingga dia susah bernapas. Dokter langsung membawa Robyn ke UGD.
" Saya merasa kepala saya tambah besar, mata saya tertutup. Saya tidak bisa melihat apa-apa, saat itu sangat mengerikan," katanya.
Tidak itu saja. Robyn mendengar dokter mengatakan rambutnya rontok dan kulit kepalanya penuh dengan luka melepuh.
Robyn pingsan beberapa kali karena tidak tahan dengan penderitaan akibat alergi setelah mewarnai rambutnya.
Menurut dokter, apa yang dialami Robyn adalah reaksi alergi terparah yang pernah mereka lihat. Jika terlambat satu jam saja, nyawanya tak bisa diselamatkan.
Dokter kemudian menjelaskan bahwa Robyn mengalami reaksi alergi setelah terpapar Paraphenylenediamine (PPD). Menurut dokter, PPD adalah bahan yang umum terdapat pada produk pewarna rambut.
Selain itu dokter juga mengatakan bahwa salon seharusnya menunggu hasil tes alergi selama dua hari, bukan satu hari seperti terjadi pada Robyn.
Napas Robyn kembali normal dalam waktu 16 jam dan dia keluar dari rumah sakit. Tetapi setelah enam jam berada di rumah, dia kembali kesulitan bernapas dan dilarikan kembali ke rumah sakit.
Robyn keluar masuk ruang gawat darurat setiap empat hari akibat menderita reaksi alergi yang disebabkan pewarna rambut.
Paparan PPD telah menyebabkan tubuh Robyn mengalami syok. Akibatnya, dia mudah mengalami reaksi alergi terhadap benda sehari-hari seperti makanan, rempah-rempah, kacang-kacangan, dan pakaian.
Namun yang membuat Robyn merasa sedih adalah dia juga alergi terhadap sinar matahari. Setiap kali terkena sinar matahari, kulitnya akan melepuh dengan luka-luka berisi nanah.
Dia juga merasa gatal-gatal di sekujur tubuhnya dan akan merasa pingsan. Robyn kemudian didiagnosis dengan polumorphic light eruption dan solar urticaria pada tahun 2011 sebagai akibat dari reaksi alergi.
Robyn mengalami sebuah kondisi langka yang membuat tubuhnya sensitif terhadap sinar matahari.
" Saya akan menggunakan antihistamin dan steroid yang sangat kuat selama sisa hidup saya. Selama musim panas saya tidak dapat menikmati liburan di pantai atau bahkan bermain di taman kota," pungkasnya.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam