Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Jadi legenda tinju dunia, Muhammad Ali memang menyimpan banyak cerita yang selalu menarik buat dikulik kembali. Nostalgia pertarungan epiknya berhadapan dengan lawan-lawan besar membuat namanya selalu terekam dalam sejarah tinju dunia. Petinju asal Amerika Serikat yang punya nama asli Cassius Marcellus Clay Jr. dikenal sebagai juara tinju dunia dengan skill mumpuni dan catatan kemenangan yang tinggi. Tapi, pernah tahu nggak sih siapa lawan yang paling ditakuti petinju legendaris ini?
Berbagai pertarungan besar melawan Joe Frazier, George Foreman, atau Sony Liston ternyata nggak menjadikan nama-nama para petinju dunia ini sebagai lawan paling ditakuti Ali. Siapa sangka, Ken Norton muncul sebagai sosok yang ia takuti saat berhadapan di atas ring?

Trilogi Berhadapan dengan Norton Jadi yang Tersulit
Ken Norton adalah seorang mantan marinir asal Illinois, Amerika Serikat, yang memulai karier tinjunya dengan terlambat. Trilogi pertarungannya dengan Norton menjadi salah satu yang paling diingat para penggemar tinju, karena semuanya berakhir secara kontroversial. Ali sendiri pernah mengakui bahwa ia paling tidak suka dengan gaya bertinju Norton.
Pertarungan pertamanya menantang Muhammad Ali terjadi pertama kali di San Diego Sports Arena, 31 Maret 1973. Ali yang diunggulkan menang 5-1 saat itu secara mengejutkan kalah dari Norton. Setelah melalui pertarungan menegangkan, Norton berhasil mengukuhkan kemenangan dengan angka 12 ronde, ditambah bonus meretakkan rahang Ali. Tentunya hal ini menjadi sejarah yang nggak terlupakan masyarakat San Diego, sekaligus yang membuat Ali memiliki keterikatan yang kuat dengan kota yang satu ini.
Keduanya bertarung ulang pada 10 September 1973 di The Forum, Inglewood, California. Kali ini Ali yang berhasil menang dengan split decision. Begitu pun pertarungan terakhirnya dengan Norton, yang bisa ditebak bahwa kemenangan kembali berada dalam genggaman Ali.
Terungkap Lewat George Foreman
Uniknya, cerita ketakutan Ali melawan Norton terungkap lewat mantan juara dunia tinju lainnya, George Foreman. Hubungan Ali dan Foreman sendiri sebenarnya tidak cukup akrab, terlebih setelah Foreman dikalahkan telak oleh Ali dan membuatnya kehilangan gelar pada tahun 1974. Namun, suatu hari tiba-tiba Ali meneleponnya dan minta bantuannya untuk menghadapi Norton.
Foreman yang punya catatan mengalahkan Norton pada perebutan gelar juara dunia di Venezuela ini tidak mengabulkan permintaan Ali. Tapi lucunya, setelah itu keduanya malah berhubungan baik.
Berbagai cerita tentang pertarungan Ali dan Norton memang masih jadi sejaraah yang menarik untuk dikulik, bahkan hingga hari ini saat sang legenda sudah tiada. Apresiasi terhadap The Great, julukan Muhammad Ali, sudah banyak diabadikan di berbagai museum olahraga dunia. Salah satunya bisa kamu temukan di San Diego Hall of Champions. Museum multisports yang dikelola oleh San Diego Sports Association ini berisi tentang sejarah olahraga dan cerita atlet profesional yang berprestasi di bidangnya. Di salah satu sudut museum tersebut, kamu akan disapa oleh patung Muhammad Ali untuk mengenang prestasinya dalam bidang tinju dunia.
Sementara itu, sang rival, Ken Norton, masuk ke dalam daftar atlet yang namanya diabadikan dalam Breitbard Hall of Fame. Dinilai punya kedekatan dengan San Diego, Hall of Champions dengan bangga menuliskan nama petinju yang satu ini di sana. Selain menjadi museum dan tempat penghargaan untuk atlet dunia, San Diego Hall of Champions juga menjadi sports club dan sports game yang banyak digunakan buat menunjang aktivitas olahraga atlet lokal. Info lebih lengkap kunjungi San Diego Hall of Champions.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya