Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Cerita Pasangan WNI Di Jepang Yang Punya Anak Sekolah TK Tapi Muridnya Cuma 2
Dream - Penurunan populasi atau depopulasi Jepang makin menampakkan konsekuensinya. Sejumlah sekolah di pusat kota maupun pedesaan hanya diisi sedikit murid hingga banyak yang tutup karena tak ada lagi siswa.
Seperti yang terlihat dalam video yang diunggah akun TikTok @omen_said ini. Video tersebut memperlihatkan kondisi salah satu TK di pedesaan Jepang hanya memiliki dua murid.
Bahkan, salah satu murid TK di sana adalah anak seorang warga negara Indonesia (WNI). Dalam video memperlihatkan situasi sekolah anaknya, dalam tahun ajaran baru dengan seorang murid bernama Dinand.

" Salah satu TK di Jepang 2023 ini hanya ada 2 murid," tulis keterangan dalam video.
" Ini adalah cerita salah satu keluarga kecil orang Indonesia," sambungnya.
Upacara penyambutan murid TK tetap dilaksanakan, walau hanya terdapat dua siswa. Menurut pemilik akun, sekolah TK yang dekat dari rumahnya pun sudah tutup.

Hanya ada satu TK yang masih buka pendaftaran siswa baru, itu pun jauh dari tempat tinggalnya. Tampak dalam video anak laki-laki WNI itu diantar kedua orangtuanya ke sekolah.
Hari itu merupakan penyambutan siswa baru yang digelar di aula sekolah. Tampak ruangan yang cukup luas hanya diisi oleh beberapa guru dan dua murid serta orangtua.
Meski begitu, sejumlah guru tetap profesional. Fasilitas yang disediakan pun sangat lengkap untuk menunjang proses belajar.

Namun karena hanya ada dua siswa, sekolah yang luas tampak sangat sepi. Dalam kolom caption, pemilik akun menjelaskan bahwa rendahnya fertilitas menjadi penyebab depopulasi ini.
Beberapa faktor utamanya ialah tingginya biaya hidup, kesibukan yang sangat tinggi dalam bekerja, sehingga banyak pasangan tidak ingin menikah ataupun punya anak karena tidak ada waktu untuk mengurus anak.
" Dengan demikian, pandangan 'banyak anak, banyak rejeki - nya orang Indonesia' sangat tidak berlaku bagi masyarakat Jepang," tulisnya.
Sontak unggahan tersebut mencuri perhatian warganet. Banyak yang ikut miris dengan kondisi depopulasi yang terjadi di Jepang.
" ini kali ya makanya skrg boleh pekerja asing boleh nenetap dan bawa keluarga krn populasi," tulis @nie nuR
" juara 1 dari 2 murid ternyata bukan hanya jokes ya 😭," tulis @Inisial N
" itupun ada murid Krn ada pekerja dr Indo yg menikah...😳," tulis @ummi
" kasihan yaaaa 😰😰😰 cuma berdua saja sekolah ...pdhl sekolahnya kerennnn 👍👍," tulis @JustChrist
@omen_said Rendahnya fertilitas menjadi penyebab depopulasi ini. Beberapa faktor utama nya ialah tingginya biaya hidup, kesibukan yang sangat tinggi dalam bekerja, sehingga banyak pasangan tidak ingin menikah ataupun punya anak karena tidak ada waktu untuk mengurus anak. Dengan demikian, pandangan " banyak anak, banyak rejeki - nya orang Indonesia" sangat tidak berlaku bagi masyarakat Jepang. Terimakasih sudah mau Sharing ceritanya @mutilanov 🙏 📍三重県津市 Prefecture Mie Kota Tsu
♬ suara asli - Omen_said
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya