Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muslim Uighur
Dream - Dalam upaya menyapu bersih identitas agama warga di ujung barat Xinjiang yang mayoritas penduduknya muslim, pihak berwenang China telah menggerebek beberapa sekolah Islam di ibukota kabupaten Urumqi.
Mereka menangkapi puluhan muslim di wilayah tersebut. " China berpikir bahwa orang Uighur yang menjunjung tinggi agama dan menggunakan internet sebagai ancaman terhadap kekuasaan China," kata Dilxat Raxit, juru bicara organisasi perlawanan Uighur di pengasingan kepada wartawan, Kamis 17 September 2014.
" Permusuhan yang dikobarkan China akan menyebabkan lebih banyak orang Uighur kehilangan kebebasan mereka," tambah Raxit, yang menyuarakan kekhawatiran atas nasib muslim Uighur di tengah kebijakan yang merugikan itu.
Lebih dari 85 orang ditangkap saat sebuah madrasah muslim Uighur digerebek baru-baru ini. Dalam laporannya, harian Legal Daily menyebutkan Pemerintah China telah 'menyelamatkan' 190 anak dari madrasah tersebut.
Bukan kali ini saja tindakan keras terhadap madrasah Urumqi dilakukan pihak berwenang China. Pada Agustus kemarin, China mengklaim bahwa mereka telah 'menyelamatkan' 82 anak-anak dari sekolah Islam.
Penyerbuan terhadap madrasah Urumqi merupakan bagian dari kampanye pemerintah China untuk memerangi penyebaran paham radikal.
Akibat pemberlakuan larangan mendirikan madrasah atau sekolah agama, umat Islam di Xinjiang mencari sekolah secara sembunyi-sembunyi agar anak-anak mendapat pendidikan agama.
" Hanya di kelas politik siswa diperkenalkan kepada agama-agama utama di dunia, termasuk Islam. Selain itu, tidak ada kelas agama (di Xinjiang)," Xiaofeng Chen, juru bicara Save the Children di Beijing, yang menjalankan program pendidikan di Xinjiang, mengatakan kepada UCA.
Muslim Uighur mengutuk tindakan kekerasan yang baru saja dilakukan pihak berwenang China terhadap madrasah di Xinjiang. Mereka menuduh China telah mengebiri kebebasan mereka melaksanakan ibadah agama.
" Warga, terutama perempuan dan pemuda, tidak diizinkan ke masjid. Mereka memiliki kebutuhan untuk belajar ilmu agama. Sebaliknya, orang-orang yang menguasai bidang agama bertambah tua dan akan menghilang secara bertahap," kata warga muslim di Urumqi.
Banyak pemuka agama Islam telah memperingatkan bahwa larangan pendidikan Islam akan menciptakan ajaran radikal di daerah otonomi Xinjiang.
" Diskriminasi dan kurangnya pendidikan agama yang normal telah menyebarkan pemikiran radikal di kalangan anak muda," kata seorang pria muslim berusia 30 tahun di Urumqi.
Sejak 2001, China telah melakukan tindakan kekerasan di Xinjiang, yang kemudian menindas budaya, tradisi keagamaan dan bahasa warga muslim Uighur.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya