Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pemain Bola Basket Berhijab
Dream - Pemain basket kini boleh mengenakan penutup kepala yang menjadi simbol agama, seperti hijab dan turban. Federasi bola basket internasional (FIBA) mengumumkan aturan itu pada Selasa kemarin.
Laman Al Arabiya, Kamis 18 September 2014, memberitakan, aturan itu akan diujicobakan selama dua tahun dalam kompetisi bola basket. Selama uji coba, para pemain diizinkan mengenakan hijab maupun turban.
Sebelumnya, FIBA hanya membolehkan pemain mengenakan ikat kepala selebar lima sentimeter untuk mengikat rambut dan menyerap keringat. Aturan tersebut dinilai diskriminatif bagi pemain Muslim maupun pengikut Sikh, yang harus mengenakan hijab maupun turban sebagai kewajiban agama.
“ Kami menyambut baik perubahan kebijakan yang diambil oleh FIBA sebab mereka membolehkan Muslim, Sikh, dan lainnya yang mengenakan penutup kepala sesuai ajaran agama untuk ambil bagian dalam olahraga yang mereka cintai dengan tetap memelihara keyakinan mereka,” kata Ibrahim Hooper, Direktur Komunikasi Nasional Badan Hubungan Islam-Amerika.
“ Fiba harus diberi ucapan selamat karena telah merespons positif semua ini yang mencari alasan rasional untuk mengakomodasi atlet dari semua keyakinan,” tambah Ibrahim.
Indira Kaljo, Muslim keturunan Amerika-Bosnia yang bermain di Tulane, mengaku gembira saat mendengar berita ini. Dia mengatakan kebijakan itu merupakan, “ langkah pertama yang menakjubkan.”
Kaljo mengaku selama ini terpaksa tidak mengenakan hijab di sekolah atau saat bermain basket secara profesonal di Irlandia. Tapi dia kemudian memutuskan untuk taat pada agama dengan memilih tetap mengenakan hijab. Konsekuensinya, dia tidak bisa tampil di ajang internasonal.
Dia bermain dengan hijab di kepala pada liga musim panas Amerika dan menyatakan tidak ingin kembali ke Eropa jika tidak diperkenankan megenakannya. “ Saya akan sangat senang kembali bermain di Bosnia sekarang atau di beberapa negara lainnya,” kata dia.
Selama dua tahun uji coba, federasi basket nasional harus mengajukan pemberitahuan kepada FIBA untuk mengizinkan pemain yang akan mengenakan penutup kepala. Ketika di setujui, federasi diharuskan memberikan laporan dua kali dalam setahun. FIBA juga menyatakan akan mengizinkan pemain untuk mengenakan penutup kepala dalam kompetisi 3 on 3.
FIBA akan melakukan evaluasi kebijakan ini pada 2015 dan menentukan apakah uji coba di tingkat paling rendah bisa dimulai pada musim panas yang akan datang. Kajian menyeluruh akan dilakukan pada 2016 untuk menentukan apakah perubahan kebijakan ini akan diberlakukan secara permanen setelah Olimpiade 2016 atau tidak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya