Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Nurul Akmal, Lifter Putri Indonesia (Instagram @nurulakmal_12)
Dream - Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 seluruhnya telah kembali ke Tanah Air. Para atlet yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 5 Agustus 2021 malam menjadi kontingen terakhir yang telah kembali.
Sayangnya, ada insiden tidak menyenangkan dalam prosesi penyambutan para atlet ini. Lifter putri Indonesia, Nurul Akmal, menjadi korban body shaming.
Insiden tersebut terjadi ketika Nurul Akmal menjalani sesi foto saat tiba di lokasi penyambutan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga. Nurul masuk ruangan setelah Lalu Muhammad Zohri dan Alvin.
Saat masuk, Nurul menyapa Menpora Zainuddin Amali dan sejumlah pejabat Kemenpora dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan. Kemudian, dia mendapatkan bucket bunga sebagai apresiasi.
Setelah itu, Nurul yang mengenakan hijab hitam diminta menuju posisi foto dan menghadap ke kamera. Tiba-tiba, muncul celetukan dari seorang pria.
" Yang paling kurus," demikian bunyi celetukan tersebut, dalam video yang diunggah di akun @timindonesiaofficial.
Nurul tampaknya tidak mendengarkan celetukan tersebut. Dia hanya melambaikan tangan ke arah kamera, kemudian menuju titik konferensi pers.
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, bereaksi atas insiden ini. Dia mengecam keras body shaming yang dialami Nurul Akmal dan menyatakan sangat tidak pantas.
" Komentar itu sangat tidak etis, tidak sopan, dan betul-betul body shaming. Kami dari Kemenpora tentu mengecam keras ucapan tersebut," kata Gatot.
Gatot mengingatkan Piagam Olimpiade telah mengatur segala hal yang mengarah pada notasi merendahkan harga diri dan identitas atlet. Dia menegaskan hal itu bertentangan dengan nilai-nilai yang dituangkan dalam Piagam Olimpiade.
Hingga saat ini, belum diketahui siapa oknum yang melakukan aksi body shaming tersebut. Pihak imigrasi Bandara Soetta menyatakan akan melacak pelaku.
Dalam Olimpiade Tokyo 2020, Nurul terjun di cabang lifter nomor +87 Kilogram putri. Dia mengumpulkan angkatan total 256 Kg, dalam rincian Snatch 115 Kg dan Clean and Jerk 141 Kg.
Sayangnya, Nurul belum dapat menyumbangkan medali untuk Indonesia. Namun demikian, perjuangan Nurul bersama Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah serta Rahmat Erwin Abdullah dalam mengharumkan Indonesia di cabang Lifter atau Angkat Besi layak diacungi jempol.
Lifter menjadi cabang olahraga yang cukup membuat nama Indonesia disegani di Olimpiade Tokyo 2020. Dari cabang ini, Indonesia mendapatkan satu perak dan dua perunggu, dikutip dari Bola.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam