Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proses Pembekuan Jenazah Menggunakan Teknologi Kriogenik (scmp.com_
Dream - Sudah tiga bulan Gui Jumin ditingal mati istrinya, Zhan Wenlian. Tetapi, jasad Zhan ternyata belum dikebumikan. Gui memilih membekukannya menggunakan teknologi kriogenik.
Zhan meninggal akibat kanker paru-paru di usianya yang ke-48 tahun pada 8 Mei lalu di sebuah rumah sakit di timur Provinsi Shangdong, China. Segera setelah itu, tim dokter pada Shandong Yinfeng Life Sciences Research Institute membekukan jasadnya sesuai permintaan Gui.
Proses pembekuan dijalankan selama 55 jam oleh pakar dari Rumah Sakit Qilu Universitas Shandong bersama Aaron Drake dari Alcor Life Extension Foundation, Amerika Serikat.

Krionik merupakan teknologi eksperimen yang dibangun dengan asumsi perkembangan teknologi di dunia medis memungkinkan jasad beku dihidupkan kembali.
Prosedur ini dijalankan dengan menyimpan jasad pada nitrogen cair pada suhu di bawah nol derajat celcius dan menggunakan peralatan penunjang untuk mendukung kinerja utama tubuh.
© Dream
Gui berharap dokter dapat menemukan obat bagi penyakit istrinya. Sehingga, suatu saat jasad istrinya dapat dihidupkan kembali.
" Kita harus menunggu sampai obat untuk penyakit itu ditemukan sebelum kita membangunkan dia. Jika tidak, tidak ada gunanya," kata Gui, dikutip dari South China Morning Post.

" Saya percaya dengan teknologi baru, kebangkitan kembali mungkin terjadi," ucap Gui melanjutkan.
© Dream
Tubuh Zhan saat ini disimpan dalam tabung berisi 2.000 liter nitrogen cair pada suhu di bawah 196 derajat celcius.
Harapan agar orang terkasih dapat hidup kembali dianggap sebagai lompatan besar. Tetapi Profesor pada Institut Pembekuan dan Kriogenik Universitas Jiaotong Shanghai, Dr Huang Yonghua, masih menyangsikan hal itu.
" Meskipun kita bisa membekukan tubuh manusia dengan teknologi ini, tidak ada yang sanggup menghidupkannya kembali. Dengan kata lain, kesuksesan kriogenik tidak bisa dijamin," kata Dr Huang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya