Iis Dahlia Gantung Diri Karena Masalah Asmara

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 15 Agustus 2017 13:20
Iis Dahlia Gantung Diri Karena Masalah Asmara
Batal menghadiri undangan menjadi salah satu penyebabnya.

Dream - Kisah asmara memang kerap membuat orang terbuai. Sayangnya ketika terjadi masalah, seseorang bisa bertindak di luar batas.

Seperti yang terjadi pada Iis Dahlia. Wanita ini memutuskan gantung diri karena batal menghadiri pernikahan temannya di Anyer dengan teman laki-lakinya.

Eits, jangan salah paham dulu. Iis Dahlia di sini bukan penyanyi dangdut terkenal, melainkan warga Kampung Salawe RT 002/001, Kecamatan Mancak, Serang, Banten.

Menurut laporan laman Banten News, sebelum peristiwa terjadi Iis sempat menemui kawannya, Sumiyati. Saat pertemuan itu, Iis menceritakan akan pergi ke acara kondangan itu.

“ Teman laki-lakinya tidak datang-datang, tidak lama korban pulang ke rumahnya dan bilang mau tidur,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Siangnya, sekitar pukul 12.15 WIB Sumiyati ke rumah korban untuk mengajak bermain. Setelah dipanggil, korban tidak menjawab.

Sumiyati masuk ke dalam kamar. Dia terkejut mendapati Iis dalam keadaan gantung diri.

“ Saksi teriak dan minta tolong, datang orangtua saksi yang kebetulan rumahnya berdekatan untuk melepaskan tali yang melilit di leher korban,” ujar dia.

Simak kisah Iis selengkapnya pada tautan berikut ini.

Ingin tahu nama mirip artis yang juga banyak dipakai masyarakat, baca selanjutnya....

1 dari 3 halaman

Emilia Kontesa Ditangkap Polisi, Diduga Edarkan Shabu

Dream - Emilia Kontesa (EK) harus meringkuk di tahanan. Wanita itu ditangkap Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan di rumah kost di Jalan Sawo, Tebet karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu.

Eits, jangan salah sangka dulu. Emilia Kontesa di sini bukan artis senior yang namanya tertulis, Emilia Contessa.

Emilia yang menjadi pelaku pengedar sabu ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sebuah rumah kost.

" Kami telah melakukan penangkapan seorang wanita ibu rumah tangga yang memiliki dua anak. Ibu ini berinisial EK, kita tangkap kurang lebih tiga hari lalu," kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juli 2017.

Vivick mengatakan pelaku menggunakan modus menyelipkan sabu di dalam brosur. Menurut dia, ini merupakan modus baru di kalangan pengedar narkoba.

Sebelum menangkap Emilia, kata Vivick, polisi mendapat informasi menyebutkan rumah kos pelaku sering didatangi orang luar. Ternyata, transaksi jual beli sabu dijalankan di rumah kost tersebut.

" Kami temukan beberapa paket sabu yang siap edar yang disembunyikan dalam brosur, jadi kami temukan tumpukan brosur," ujar dia.

" Jadi di dalam brosur ini ada sebuah karton yang dilipat dua, dan di dalam karton itu ada satu paket sabu dengan maksud jika masuk X-ray tidak terlihat," sambung Vivick.

Sebelum transaksi dilakukan, biasanya Emilia mendapat telepon dari pelaku lainnya berinisal B. Kepada Emilia, B memberitahu ada orang yang akan membeli sabu ke rumah kostnya. Tetapi, saat ini B belum tertangkap.

" B ini akan memberitahu EK kalau ada pelanggan akan datang mengambil barang," ucap dia.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti 25 paket sabu dalam brosur dengan harga antara Rp800 hingga Rp1,5 juta.

" Tersangka mengaku kalau barang bukti ini didapat dari Cina," ujar dia.

Selain itu, Vivick menjelaskan pelaku juga mengaku telah mengedarkan barang haram itu selama enam bulan. Praktik jual beli barang haram ini berawal setelah Emilia berkenalan dengan B di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta Barat.

2 dari 3 halaman

Arman Maulana Ditangkap Polisi

Dream - Arman Maulana diamankan tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada Kamis, 3 April 2016. Arman terseret kasus penggelepan mobil rental di DKI Jakarta.

Selain Arman, polisi juga mencokok lima pelaku penggelapan mobil rental lain. Masing-masing bernama; Slamet Kiswato, Feriansyah, Iwan Setiawan, Mukdas, dan Utama Candra.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti menjelaskan, sindikat itu memiliki modus dengan menyewa mobil di rental mobil dan kemudian menjual mobil tersebut ke penadah.

" Modusnya meminjam rental mobil. Setelah itu mereka menjualnya ke penadah," kata Krishna, Senin, 4 April 2016.

Krishna menambahkan, para pelaku merupakan sindikat lama dengan pergerakan yang profesional. Hingga kini, menurut Krishna, polisi berhasil menyita 10 kendaraan roda empat dari sindikat ini.

Tak sembarangan, 10 mobil tersebut memiliki klasifikasi sebagai mobil kelas menengah hingga kelas atas, baik dari pabrikan Jepang hingga Eropa.

" Dari barang bukti, rentalnya ini mobil bagus, ada Harrier, Alphard, dan BMW," ucap dia. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Syahrul Gunawan Meninggal Dunia

Dream - Syahrul Gunawan ditemukan tewas di pinggir kali depan Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan. ‎Penemuan jenazah Syahrul menjadi perhatian warga yang melintas.

Menurut Kapolsek Metro Setiabudi Ajun Komisaris Polisi Tri Yulianto, korban ditemukan oleh rekannya yang berprofesi sebagai pemulung.

" Kami mendapatkan laporan sekitar jam 13.00 WIB. Tim kemudian langsung meluncur ke lokasi," ujar Yulianto, Rabu, 23 Maret 2016.

Polisi saat ini belum menemukan penyebab kematian korban. Polisi akan membawa jenazah pemuda berumur 16 tahun itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk divisum.

" Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Tida ada luka sayatan, tusukan, atau bacok di tubuh korban. Kami masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata dia.

Polisi untuk sementara ini akan memeriksa dan memintai keterangan sejumlah saksi termasuk ayah dan rekan korban di Mapolsek Setiabudi.  

Syahrul diketahui sudah cukup lama tinggal di pinggir sungai itu bersama kedua orangtuanya dan seorang adik. Mereka sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

Beri Komentar