7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
YouTube Mahfud MD Official
DREAM.CO.ID - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dari tahun 2019 hingga 2024, Mahhfud MD bercerita tentang kedua cucunya yang ternyata menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Yogyakarta.
Dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official dengan judul 'Bereskan Tata Kelola MBG' yang tayang 30 September 2025 kemarin, Mahfud mengungkap hal tersebut. Tentu saja hal ini mengejutkan publik.
" Cucu saya juga keracunan MBG di Jogja. Cucu keponakan ya saya sebutnya. Keponakan saya punya anak namanya Ikhsan. Makan bergizi gratis, satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah," ungkap Mahfud.
Ia mengungkap kalau cucunya harus dirawat di rumah sakit. Mereka satu sekolah tapi berbeda kelas.
" Yang enam itu dan kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah. Tapi yang ini sampai empat hari di rumah sakit. Bersaudara beda kelas di sekolah yang sama," kata Mahfud.
Mahfud lantas menyoroti tentang MBG yang kini menjadi isu nasional. Presiden Indonesia, Prabowo Subianto sempat menyebut jika korban keracunan MBG berada di kisaran angka 0,00017 persen dari sekian banyak pelajar sebagai penerimanya.
" Memang itu menjadi isu nasional juga ya meskipun itu hanya 0,00017 persen ya kata presiden dan kecil sekali kan dibandingkan total. Tapi kan juga jutaan pesawat terbang lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu aja tidak sampai 0,00017 persen orang sudah ribut karena menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan," jelasnya.
Mahfud menilai bahwa ini bukan soal angka namun, pemerintah harus berbenah dalam menjalankan program ini. Diakui Mahfud, MBG merupakan program pemerintah yang baik tapi dalam praktiknya perlu evaluasi menyeluruh.
" Bukan persoalan angka, ini harus diteliti lagi apa masalahnya. Program MBG ini adalah satu program yang paling bagus, mulia menurut saya. Kita bayangkan banyak jutaan anak-anak kita yang tidak bisa makan," terang dia.
" Mungkin saya bayangkan ketika kecil dulu tahun 60an, kan sulit sekali cari makanan yang bergizi. Telur aja satu dibagi empat. Itu juga masih lumayan dapat telur. Sekarang yang belum bisa makan dengan wajar itu dan punya gizi minimal itu masih puluhan juta orang," sambungnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?