Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Semua Anaknya Jadi Dokter, Tapi Pria Ini Tetap Meninggal Karena Covid-19. (Foto: Ahsan Family)
Dream - Kisah pria Inggris yang baru mendapat undangan untuk menjalani vaksinasi Covid-19 seminggu setelah dia meninggal dunia, viral di media sosial.
Padahal, keenam anak pria bernama Ahsan-ul-Haq Chaudry itu adalah dokter dan apoteker. Semuanya bekerja di rumah sakit sebagai petugas garda depan yang menangani pasien Covid-19.
Kisah ironis sekaligus memilukan ini diceritakan oleh salah satu putrinya yang bernama Saleyha Ahsan. Saleyha sangat sedih dengan kepergian Ahsan, ayahnya.
Selama bekerja sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit, Saleyha mengorbankan waktunya untuk merawat orang lain daripada ayahnya sendiri yang juga tertular Covid-19.
Yang lebih membuat Saleyha sedih, dia baru mendapat telepon dari koleganya yang menawarkan vaksinasi, seminggu setelah ayahnya meninggal dunia.
Apalagi di detik-detik terakhir ayahnya, Saleyha sempat menemani dengan duduk di pinggir tempat tidur sambil menggenggam tangan almarhum.
Melalui cuitan Twitter, Saleyha mengungkapkan rasa hancur hatinya karena kepergian sang ayah yang begitu menyedihkan dan memilukan.
Dalam cuitannya itu, dia memasang foto ayahnya yang terlihat bangga berdiri di sisinya saat kelulusannya sebagai dokter.
" Benar-benar menyakitkan. Baru saja mendapat panggilan telepon yang mengundang ayah saya untuk menjalani vaksinasi #CovidVaccine tapi ayah saya meninggal seminggu yang lalu karena Covid. Begitu dekat setelah setahun menunggu," tulis Saleyha di akun @SaleyhaAhsan.
Saleyha pantas bersedih karena selama bekerja sebagai garda terdepan, dia dan saudara-saudaranya berusaha menjauh dari ayahnya agar tidak tertular.
Begitu juga dengan ayahnya, yang kata Saleyha, selalu menjaga dirinya yang sudah lanjut usia untuk tidak berada dekat-dekat dengan keenam putrinya.
Namun apa daya, manusia hanya berencana tapi Tuhan yang menentukan. Ahsan, pensiunan guru matematika itu, tetap tertular Covid-19.
Ahsan akhirnya meninggal dunia pada usia 81 tahun di rumah sakit tempat Saleyha bekerja merawat pasien Covid-19 di Romford.
Saleyha duduk di samping tempat tidur sang ayah di Rumah Sakit Queen. Dia menggenggam tangan almarhum di saat-saat terakhirnya pada 28 Desember.
Ahsan sebenarnya seorang imigran dari India. Dia berusia 8 tahun saat terjadi peristiwa pecahnya India dan Pakistan pada tahun 1947.
Dalam kondisi miskin, dia kemudian melarikan diri ke Inggris pada akhir tahun 1950-an. Saat itu usianya 19 tahun. Di Inggris, Ahsan bekerja serabutan, termasuk jadi guru matematika, untuk menyekolahkan anak-anaknya.
Kini, keenam anaknya yang berprofesi sebagai dokter dan apoteker bekerja sebagai petugas garda depan di rumah sakit. Mereka mengorbankan waktu kebersamaan mereka dengan Ahsan agar bisa merawat orang lain.
Saleyha memuji kerja keras ayahnya yang luar biasa, dengan mengatakan bahwa keluarga akan menyimpan warisannya tersebut.
" Dia memiliki enam anak, termasuk lima dokter dan satu apoteker, dan kami telah menangani Covid sepanjang tahun.
" Itu brutal. Kami berusaha jauh dari ayah agar dia aman karena kami harus merawat pasien lainnya. Tapi tetap saja, ayah akhirnya kena juga," pungkas Saleyha.
Sumber: Mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya