Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gandengan Tangan Terakhir Ibu Dan Anak Yang Sama-sama Menderita Covid-19. (Foto: Anabel Sharma)
Dream - Sebuah foto mengharukan seorang ibu dan putrinya berpegangan tangan untuk terakhir kalinya selama menjalani perawatan intensif akibat Covid-19, viral di media sosial.
Foto tersebut menceritakan detik-detik terakhir Maria Rico sebelum berpisah dengan putrinya, Anabel Sharma, yang saat sama-sama berjuang melawan keganasan virus corona.
Dokter terpaksa mengizinkan Maria untuk melepas alat bantu napasnya agar bisa mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada dua putrinya, Anabel dan Susana.
Lebih memilukan lagi, Anabel hanya bisa berbaring di samping tempat tidur ibunya yang berusia 76 tahun sebelum akhirnya meninggal dunia.
Wanita dari Whitwick, Leicestershire, Inggris itu harus menyaksikan pemakaman ibunya yang disiarkan langsung secara virtual.
Sambil menahan tangis, Anabel menyeru agar semua orang mengikuti protokol kesehatan Covid-19 untuk menghentikan penyebaran virus corona.
" Jangan biarkan ini terjadi pada kalian. Dampak yang ditimbulkan Covid-19 dalam keluarga kami sangat menakutkan. Siapapun bisa tertular, tak peduli punya imun atau tidak," kata Anabel.
Anabel kemudian menantang orang-orang yang sampai saat ini masih meremehkan ganasnya Covid-19, dan tidak peduli dengan protokol kesehatan.
" Jika ada yang tidak peduli dengan protokol kesehatan, saya ingin dia berada di posisi saya sejenak, dan memikirkan tentang bagaimana rasanya melihat ibunya meninggal, atau diberi tahu hidupnya tidak bertahan lama," kata Anabel di acara pemakaman ibunya.
Anabel mengatakan dia dan anggota keluarga lainnya sebenarnya sudah sangat berhati-hati karena ibunya yang positif tinggal bersama mereka dan melakukan karantina mandiri.
" Padahal makanan kami diantar katering dan saya tidak pernah ke sekolah. Saya tidak pernah berpikir Covid akan menyerang kami, tapi nyatanya terjadi juga. Dan korbannya bisa siapa saja," imbuhnya.
Maria adalah orang terakhir dari keluarganya yang jatuh sakit setelah cucunya yang berusia 12 tahun, Isaac, tertular Covid usai masuk sekolah pada September lalu.
Seluruh keluarga Maria tertular Covid-19, termasuk Anabel, suaminya Bharat, dan dua putra lainnya, Jacob, 22 tahun, dan Noah, 10 tahun. Mereka semua terpaksa dilarikan ke rumah sakit dalam rentang hanya beberapa hari.
Maria dan Anabel dibawa ke Leicester Royal Infirmary pertengahan Oktober. Mereka kemudian ditempatkan dalam ruang yang sama selama menjalani perawatan intensif.
" Ibu mencoba berbicara dengan saya, tapi karena memakai alat bantu napas, suaranya menjadi tidak jelas.
" Yang saya dengar hanyalah kata 'kremasi' dan 'siap mati'. Saya menangis tetapi ibu sangat berani," kata Anabel.
Anabel menjalani tiga minggu lagi perawatan intensif sebelum dipindahkan ke bangsal pemulihan. Di ruang inilah Anabel menyaksikan pemakaman ibunya secara langsung.
" Saya terus memikirkan ketiga putra saya dan bagaimana mereka akan hidup tanpa saya," pungkas Anabel.
Sumber: Nottinghamshire Live
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya