Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Haru Anak Tak Pernah Ketemu Ibu Selama 15 Tahun Gara-gara Salah Paham
Dream - Hubungan ibu dan anak biasanya berlangsung mesra dan penuh perasaan cinta. Namun ada kalanya, ego mengalahkan akal sehat hingga keduanya berselisih paham.
Permusuhan tersebut tidak jarang bisa berlangsung bertahun-tahun dan tidak ada titik temu hingga masing-masing menemui ajalnya.
Namun tidak demikian dengan kisah seorang pria asal Malaysia berikut ini yang rela membuang ego agar bisa berdamai dengan ibu kandungnya.
Dia sangat bersyukur masih mendapat kesempatan untuk meminta maaf kepada ibu kandungnya setelah belasan tahun tak saling tegur sapa.
Perselisihan antara seorang ibu dan anaknya selama 15 tahun akhirnya menemui titik temu hingga mereka akhirnya bisa disatukan kembali.
Kisah yang bisa dijadikan sebagai renungan ini dibagikan oleh seorang lelaki yang dikenal sebagai Imi Aruz melalui Grup Masak Apa Hari Ini di Facebook.
Imi memang sengaja mengunggah cerita tersebut di saat umat Islam diminta saling memaafkan di bulan suci Ramadan dan jelang Idul Fitri yang tak lama lagi akan dirayakan.
" Kasih ibu dan kemuliaan bulan Ramadhan. 15 tahun tidak bertemu ibu saya karena kesalahpahaman.
" Alhamdulillah, di awal Ramadhan, takdir Allah melembutkan dan membuka hati kedua belah pihak untuk saling memaafkan," kata Imi membuka kisah hidupnya.
Imi benar-benar merasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk berbaikan dengan ibu tercinta.
Dia rela membuang ego walaupun perselisihan dengan ibunya itu akibat dirinya difitnah waktu itu.
" Walau memang saya tak bersalah. Dulu saya difitnah tapi sekarang saya buang ego saya," lanjutnya.
Imi mengaku sangat beruntung masih diingatkan Allah untuk meminta maaf kepada ibunya sebelum tutup usia.
Selain meluapkan rasa senangnya bisa meminta maaf kepada ibunya di bulan Ramadhan, Imi juga merasa tersentuh dengan perhatian sang ibunda.
Dalam postingan di grup Facebook, Imi memamerkan berbagai jenis masakan yang pernah diantar ibunya ke kantor tempatnya bekerja.

Meski bukan ibunya sendiri melainkan kurir yang mengantar makanannya, tapi Imi sangat terharu dengan perhatian tersebut.
" Walau lauk biasa-biasa saja, tapi Ibu selalu masakkan lauk kesukaan saya meski antar pakai kurir.
" Berlinang air mata saya setiap kali bisa merasakkan masakan Ibu. Terima kasih Ibu," kata Imi.
Mendekati akhir postingannya, Imi memberikan nasihat kepada mereka yang masih keras hatinya tidak mau berdamai dengan ibu. Apalagi ada kesempatan emas karena di bulan Ramadhan.
" Buat yang masih keras hati dan berselisih paham dengan orangtua, sebaiknya mengalah meski kita tidak salah," tandas Imi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya