Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Zamri Saad Yang Meninggal Saat Sholat Tarawih (Foto: Sinarharian.com.my)
Dream - Ajal memang tidak pernah bisa diprediksikan kapan tiba. Ada berbagai kejadian yang menjadi sejarah seseorang mengembuskan nafas terakhirnya.
Termasuk keadaan meninggal dunia yang jarang dialami oleh manusia dan menjadi sebuah kemuliaan, yakni di saat sholat.
Seperti dialami oleh jemaah pria yang meninggal dunia saat menunaikan sholat tarawih di Masjid Tunku Intan Safinaz, Kampung Lanai, Malaysia, Sabtu 23 April 2022.
Namanya adalah Zamri Saad, warga Lorong Sungai Tas, yang wafat di usia 51 tahun. Almarhum sempat pingsan di saat rakaat ke-20. Hembusan nafas terakhirnya saat mengucap syahadat pun disaksikan oleh para jemaah.
Seorang warga bernama Hashim Osman, menceritakan keadaan Zamri saat sebelum meninggal dunia. Almarhum sempat menikmati buka puasa bersama, Zamri bahkan meminta izin untuk membawa beberapa makanan untuk anak-anaknya.
Ada keluhan yang sempat dirasakan Zamri yaitu nyeri di dada saat sore hari. Dan ketika sholat tarawih pada rakaat ke-20, Zamri tiba-tiba pingsan lalu ada suara dengkuran yang keras.
“ Jamaah sempat menyelesaikan sholat dan terus mendapati almarhum yang sedang sekarat saat itu dan kami sempat mengajarinya mengucapkan syahadat,” ujar Hashim.
Sementara itu, Kapolsek Baling, Inspektur Shamsudin Mamat, membenarkan kejadian tersebut. Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 22.10 waktu setempat. Dengan posisi shaf berada di depan, alias di belakang Imam. Zamri dinyatakan meninggal oleh pihak Klinik Parit Panjang.
Istri almarhum, Rohani Mohd Noor, yang berusia 51 tahun, mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari sang kakak ipar, yang mengatakan Zamri pingsan di masjid.
“ Sekitar jam 10 malam, saudara laki-laki suami saya datang untuk memberi tahu saya bahwa suami saya jatuh dan pingsan saat sholat,” kata Rohani.
Rohani tak langsung memasuki masjid, ia justru membiarkan putranya melihat kondisi sang ayah. Namun malang, ketika anaknya keluar kabar yang didapatkan justru kematian.
" Saya terus membawa putra kedua saya, Nazirol (20) ke masjid dan dia memasuki masjid terlebih dahulu sebelum keluar lagi dengan memberi tahu bahwa ayahnya sudah tiada," lanjut Rohani.
Ibu tujuh anak ini tidak menyangka suaminya akan pergi. Menurutnya, almarhum tidak menunjukkan perubahan apapun kecuali anak-anaknya yang memerhatikan sang ayah agak pendiam belakangan ini.
“ Selama Ramadan, ini pertama kalinya suami saya tergerak untuk berbuka puasa di masjid. Saya tidak menyangka almarhum akan dijemput Ilahi ketika sedang sholat tarawih di masjid,” cerita Rohani.
“ Sebelumnya, suami saya mengajak saya sholat tarawih di masjid, tapi saya menolak karena ingin sholat di surau dekat rumah kami,” katanya.
Meninggal dunia di saat sholat merupakan hal yang istimewa. Rohani mengungkapkan amalan yang selama ini banyak dilakukan suaminya.
Katanya, almarhum selalu bangun malam untuk melaksanakan sholat sunnah tahajud dan sholat sunnah lainnya, hingga waktu sahur pada bulan Ramadan setiap tahunnya.
“ Suami saya dulu bekerja sebagai sopir truk tetapi tidak lagi bekerja karena khawatir dengan kesehatannya yang pernah dirawat di Rumah Sakit Taiping, Perak, akibat penyakit jantung tiga tahun lalu,” ungkap Rohani.
Rohani mengaku sudah ikhlas akan kepergiaan sang suami. Meskipun hari raya lebaran kali ini ia dan keluarganya tak bisa bersama kembali.
" Anak-anak sudah membeli baju warna senada untuk merayakan Hari Raya, tapi almarhum sudah pergi," katanya.
Sumber: sinarharian.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan