Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Nenek Ini Rela Bekerja Jadi Tukang Cuci Piring Selama 12 Tahun
Dream - Kisah berikut menjadi bukti nyata dari sebuah pepatah yang menyebut bahwa kasih seorang ibu itu berlaku sepanjang masa.
Demi membayar utang anak lelakinya, wanita berusia 71 tahun tersebut masih harus bekerja banting tulang.
Bahkan, wanita tua itu bukan hanya bekerja untuk melunasi utang anaknya, tapi juga melakukan pengorbanan untuk cucunya.
Kisah wanita bernama Cong Huiyu membuat banyak orang ikut sedih dan simpati atas pengorbanannya.
Nenek asal Provinsi Jiangsu, China, itu menghabiskan waktu selama 12 tahun terakhir untuk bekerja.
Dia bekerja di restoran untuk putranya yang meninggal karena kecelakaan dan meninggalkan banyak utang.
Berkat perjuangan tak mengenal lelah, Cong akhirnya berhasil melunasi setelah membayar pinjaman terakhir senilai 13.000 yuan atau Rp27 jutaan.
Cong mengetahui anaknya punya utang yang totalnya mencapai 300 ribu yuan atau Rp640 jutaan ketika meninggal pada 2010.
Wanita ini kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai pencuci piring dengan bayaran 2.000 yuan atau Rp4,2 jutaan per bulan.
Dengan suaminya bekerja sebagai porter dengan gaji yang sama, pasangan kakek dan nenek itu bisa hidup dan membayar utang.
Mereka membayar utang sang anak dengan cara mencicil 3.000 yuan atau Rp6,4 juta per bulan memakai uang pensiun.
Sayang, pada 2016 suami Cong meninggal dunia setelah terjatuh. Hal ini membuat Cong semakin kesulitan membayar utang.
Karena itu, awal tahun ini dia terpaksa menjual rumah dan tanah yang seharusnya diwariskan kepada cucunya, Zuozuo.
Ketika ditanya mengenai motivasi dari dedikasi dan pengorbanannya, Cong mengaku itu untuk cucunya yang kini berusia 18 tahun.
" Aku ingin memberi contoh pada cucuku. Ketika dia besar, semoga dia bisa berkontribusi kepada keluarga," katanya.
Banyak orang semakin simpati dengan Cong Huiy. Mereka menyebutnya sebagai contoh yang baik bagi masyarakat dan kemanusiaan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam