Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: Vestland County Municipality
Dream - Bocah berusia 8 tahun asal Noregia tak pernah menyangka bila bendak tak dikenali yang ditemukan di halaman sekolah bisa membuatnya terkenal. Benda misterius tersebut ternyata harta karun berusia ribuan tahun.
Bukan bola yang hilang atau tali lompat yang dibuang, bocah itu menemukan belati batu yang diperkirakan dibuat orang-orang zaman batu pada 3.700 tahun yang lalu.
Melansir Live Science, gadis kecil bernama Elise itu menemukan belati abu-abu kecoklatan ketika tengah bermain di daerah berbatu dekat sekolahnya di Vestland County.
" Saya akan mengambil sepotong kaca, dan kemudian batu itu ada di sana," katanya dalam pernyataan.
Elise lantas menunjukkan batu itu kepada gurunya, Karen Drange. Penampilan batu ini terlihat kuno. Drange pun menghubungi dewan daerah Vestland dan arkeolog untuk memeriksa benda misterius tersebut.
Seorang arkeolog dari kotamadya Vestland, mengatakan bahwa belati itu mungkin berasal dari seberang Laut Utara di Denmark.

Berdasarkan gayanya, belati sepanjang hampir 12 sentimeter tersebut kemungkinan berasal dari Zaman Batu Baru atau Neolitik. era di mana manusia prasejarah membentuk perkakas batu dan mulai bergantung pada tumbuhan dan hewan peliharaan Serta membangun desa permanen dan mengembangkan kerajinan tangan, seperti tembikar.
Di Norwegia, Zaman Batu meliputi Paleolitik, Mesolitik, dan Neolitik, berlangsung dari 10.000 SM hingga 1800 SM, dengan sejumlah pemburu-pengumpul menetap secara permanen untuk bertani sekitar 2400 SM.
Belati itu akan dikatalogkan dan digunakan dalam penelitian di Museum Universitas.
Dream - Di era kejayaan kerajaan Islam India, koin emas menjadi salah satu alat pertukaran untuk melakukan transaksi dalam berbagai bidang.
Koin emas ini biasanya dicetak dalam jumlah terbatas karena nilainya yang sangat tinggi, dan hanya dimiliki oleh bangsawan atau orang terkaya di zamannya.
Di era kerajaan Islam India, koin emas ini dibuat dalam bentuk kepingan bundar berukuran uang logam di zaman modern dengan ukiran tulisan Arab di permukaannya.
Tapi ada koin emas unik yang dicetak oleh salah satu kerajaan Islam terbesar di India. Koin emas ini dibilang unik karena bentuknya yang tidak biasa.
Koin emas murni tersebut tidak seperti kepingan logam mulia pada umumnya karena bentuknya yang sangat besar dengan berat mencapai 12 kilogram.
Dengan ukuran dan beratnya yang 'abnormal', koin emas yang pernah dinyatakan hilang itu kabarnya muncul kembali dan menjadi berita heboh di India.
Koin emas raksasa itu dulunya merupakan milik penguasa kesultanan atau Nizam Hyderabad yang sekarang menjadi salah satu negara bagian India.
Sebelumnya, keberadaan koin emas yang disebut sebagai terbesar di dunia itu merupakan kabar gembira setelah hampir empat dekade pencarian yang sia-sia.
Dicetak oleh Kaisar Mughal Jahangir, artefak tak ternilai itu dilaporkan terakhir dalam kepemilikan Mukarram Jah, Nizam VIII dari Hyderabad.

Mukarram Jah yang pernah jadi orang paling kaya di India pada era 1980an diduga mencoba melelang koin emas itu di bank Swiss.
Namun, agen rahasia India CBI gagal menemukan koin emas yang diwarisi Mukarram Jah dari kakeknya Mir Osman Ali Khan, yang merupakan Nizam terakhir dari Hyderabad.
Salma Ahmed Farooqui, seorang sejarawan terkemuka dari Pusat Studi Deccan HK Sherwani, Universitas Urdu Nasional Maulana Azad, merupakan peneliti sejarah dan warisan koin emas terbesar di dunia itu.
Kepada Times of India, Ahmed Farooqui menyebut bahwa koin emas tersebut tak ternilai harganya dan merupakan kebanggaan negara bagian Hyderabad.
Dia mengatakan, saat ini pemerintah India sudah melakukan upaya baru untuk menemukan koin setelah 35 tahun selalu berakhir dengan tangan hampa.
Ahmed Farooqui menambahkan, pada tahun 1987 CBI langsung melakukan investigasi keberadaan koin emas tersebut setelah mendapat kabar tentang lelang di Hotel Moga, Jenewa pada tanggal 9 November.
Kabar itu didapat dari seorang pejabat India yang tinggal di Eropa, yang menyebutkan rumah lelang terbesar dunia Habsburg Feldman SA akan melelang koin emas seberat 11,935.8 gram.
" Lelang tersebut dilakukan oleh Bank Indosuez yang berpusat di Paris melalui salah satu cabangnya yang ada di Jenewa," kata Ahmed Farooqui.
Sayangnya, investigasi yang berhasil mengungkap banyak informasi tersebut gagal. Banyak pejabat CBI, yang merupakan bagian dari investigasi, tidak lagi menjabat sehingga hasil pencarian dianggap tidak meyakinkan.
Namun ada sebuah buku yang dianggap sebagai referensi terpercaya mengenai keberadaan koin emas raksasa yang fenomenal tersebut.
Buku yang ditulis oleh mantan direktur gabungan CBI, Shantonu Sen, menyebutkan Kekaisaran Jahangir tidak hanya mencetak satu, tapi dua koin.
Disebutkan pula bahwa satu koin diberikan kepada Yadgar Ali, duta besar Shah Iran. Sementara yang satunya lagi dimiliki oleh Nizam dari Hyderabad yang kemudian diturunkan kepada Mukarram Jah.
Mukarram Jah yang bergelar Nizam Mir Barkat Ali Khan Siddiqi Mukarram Jah, Asaf Jah VIII saat ini sudah berusia 88 tahun dan masih hidup.
Dia menjabat sebagai ketua badan amal dan yayasan bernama H.E.H. The Nizam's Charitable Trust and Mukarram Jah Trust for Education & Learning (MJTEL).
Ahmed Farooqui lebih lanjut mengatakan bahwa unit investigasi khusus XI CBI pada tahun 1987 memasukkan koin emas itu di bawah Undang-Undang Barang Antik dan Seni 1972.
“ Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Mukarram Jah mencoba melelang dua koin emas pada tahun 1987 di Swiss," tambah Ahmed Farooqui.
Menurutnya, koin emas raksasa yang beratnya 12 kg itu diperkirakan memiliki nilai total US$16 juta pada tahun 1987. Jika dirupiahkan saat ini, nilainya Rp238 miliar.
Sumber: India.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam