Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bocah Asyik Main di Sekolah Temukan Batu Aneh, Tahunya Fosil Pisau Belati Berusia 3.700 Tahun

Reporter : Okti Nur Alifia
Minggu, 14 Mei 2023 14:01
Bocah Asyik Main di Sekolah Temukan Batu Aneh, Tahunya Fosil Pisau Belati Berusia 3.700 Tahun
Bukan bola yang hilang atau tali lompat yang dibuang, tetapi belati batu yang dibuat oleh orang-orang zaman batu pada 3.700 tahun yang lalu.

Dream - Bocah berusia 8 tahun asal Noregia tak pernah menyangka bila bendak tak dikenali yang ditemukan di halaman sekolah bisa membuatnya terkenal. Benda misterius tersebut ternyata harta karun berusia ribuan tahun.

Bukan bola yang hilang atau tali lompat yang dibuang, bocah itu menemukan belati batu yang diperkirakan dibuat orang-orang zaman batu pada 3.700 tahun yang lalu.

Melansir Live Science, gadis kecil bernama Elise itu menemukan belati abu-abu kecoklatan ketika tengah bermain di daerah berbatu dekat sekolahnya di Vestland County.

 " Saya akan mengambil sepotong kaca, dan kemudian batu itu ada di sana," katanya dalam pernyataan.

Elise lantas menunjukkan batu itu kepada gurunya, Karen Drange. Penampilan batu ini terlihat kuno. Drange pun menghubungi dewan daerah Vestland dan arkeolog untuk memeriksa benda misterius tersebut.

1 dari 8 halaman

Seorang arkeolog dari kotamadya Vestland, mengatakan bahwa belati itu mungkin berasal dari seberang Laut Utara di Denmark.

belati zaman batu

Berdasarkan gayanya, belati sepanjang hampir 12 sentimeter tersebut kemungkinan berasal dari Zaman Batu Baru atau Neolitik. era di mana manusia prasejarah membentuk perkakas batu dan mulai bergantung pada tumbuhan dan hewan peliharaan Serta membangun desa permanen dan mengembangkan kerajinan tangan, seperti tembikar. 

Di Norwegia, Zaman Batu meliputi Paleolitik, Mesolitik, dan Neolitik, berlangsung dari 10.000 SM hingga 1800 SM, dengan sejumlah pemburu-pengumpul menetap secara permanen untuk bertani sekitar 2400 SM.

Belati itu akan dikatalogkan dan digunakan dalam penelitian di Museum Universitas. 

2 dari 8 halaman

Dibuat 3,5 Abad Silam, Inilah Koin Emas Terbesar di Dunia Warisan Raja Islam Mughal Jahangir, Beratnya 12 Kilogram!

Dream - Di era kejayaan kerajaan Islam India, koin emas menjadi salah satu alat pertukaran untuk melakukan transaksi dalam berbagai bidang.

Koin emas ini biasanya dicetak dalam jumlah terbatas karena nilainya yang sangat tinggi, dan hanya dimiliki oleh bangsawan atau orang terkaya di zamannya.

Di era kerajaan Islam India, koin emas ini dibuat dalam bentuk kepingan bundar berukuran uang logam di zaman modern dengan ukiran tulisan Arab di permukaannya.

Tapi ada koin emas unik yang dicetak oleh salah satu kerajaan Islam terbesar di India. Koin emas ini dibilang unik karena bentuknya yang tidak biasa.

 

3 dari 8 halaman

Koin emas murni tersebut tidak seperti kepingan logam mulia pada umumnya karena bentuknya yang sangat besar dengan berat mencapai 12 kilogram.

Dengan ukuran dan beratnya yang 'abnormal', koin emas yang pernah dinyatakan hilang itu kabarnya muncul kembali dan menjadi berita heboh di India.

Koin emas raksasa itu dulunya merupakan milik penguasa kesultanan atau Nizam Hyderabad yang sekarang menjadi salah satu negara bagian India.

Sebelumnya, keberadaan koin emas yang disebut sebagai terbesar di dunia itu merupakan kabar gembira setelah hampir empat dekade pencarian yang sia-sia.

4 dari 8 halaman

Dicetak oleh Kaisar Mughal Jahangir, artefak tak ternilai itu dilaporkan terakhir dalam kepemilikan Mukarram Jah, Nizam VIII dari Hyderabad.

Koin emas terbesar di dunia, beratnya 12 kilogram.

Mukarram Jah yang pernah jadi orang paling kaya di India pada era 1980an diduga mencoba melelang koin emas itu di bank Swiss.

Namun, agen rahasia India CBI gagal menemukan koin emas yang diwarisi Mukarram Jah dari kakeknya Mir Osman Ali Khan, yang merupakan Nizam terakhir dari Hyderabad.

5 dari 8 halaman

Salma Ahmed Farooqui, seorang sejarawan terkemuka dari Pusat Studi Deccan HK Sherwani, Universitas Urdu Nasional Maulana Azad, merupakan peneliti sejarah dan warisan koin emas terbesar di dunia itu.

Kepada Times of India, Ahmed Farooqui menyebut bahwa koin emas tersebut tak ternilai harganya dan merupakan kebanggaan negara bagian Hyderabad.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah India sudah melakukan upaya baru untuk menemukan koin setelah 35 tahun selalu berakhir dengan tangan hampa.

6 dari 8 halaman

Ahmed Farooqui menambahkan, pada tahun 1987 CBI langsung melakukan investigasi keberadaan koin emas tersebut setelah mendapat kabar tentang lelang di Hotel Moga, Jenewa pada tanggal 9 November.

Kabar itu didapat dari seorang pejabat India yang tinggal di Eropa, yang menyebutkan rumah lelang terbesar dunia Habsburg Feldman SA akan melelang koin emas seberat 11,935.8 gram.

" Lelang tersebut dilakukan oleh Bank Indosuez yang berpusat di Paris melalui salah satu cabangnya yang ada di Jenewa," kata Ahmed Farooqui.

Sayangnya, investigasi yang berhasil mengungkap banyak informasi tersebut gagal. Banyak pejabat CBI, yang merupakan bagian dari investigasi, tidak lagi menjabat sehingga hasil pencarian dianggap tidak meyakinkan.

7 dari 8 halaman

Namun ada sebuah buku yang dianggap sebagai referensi terpercaya mengenai keberadaan koin emas raksasa yang fenomenal tersebut.

Buku yang ditulis oleh mantan direktur gabungan CBI, Shantonu Sen, menyebutkan Kekaisaran Jahangir tidak hanya mencetak satu, tapi dua koin.

Disebutkan pula bahwa satu koin diberikan kepada Yadgar Ali, duta besar Shah Iran. Sementara yang satunya lagi dimiliki oleh Nizam dari Hyderabad yang kemudian diturunkan kepada Mukarram Jah.

Mukarram Jah yang bergelar Nizam Mir Barkat Ali Khan Siddiqi Mukarram Jah, Asaf Jah VIII saat ini sudah berusia 88 tahun dan masih hidup.

Dia menjabat sebagai ketua badan amal dan yayasan bernama H.E.H. The Nizam's Charitable Trust and Mukarram Jah Trust for Education & Learning (MJTEL).

8 dari 8 halaman

Ahmed Farooqui lebih lanjut mengatakan bahwa unit investigasi khusus XI CBI pada tahun 1987 memasukkan koin emas itu di bawah Undang-Undang Barang Antik dan Seni 1972.

“ Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa Mukarram Jah mencoba melelang dua koin emas pada tahun 1987 di Swiss," tambah Ahmed Farooqui.

Menurutnya, koin emas raksasa yang beratnya 12 kg itu diperkirakan memiliki nilai total US$16 juta pada tahun 1987. Jika dirupiahkan saat ini, nilainya Rp238 miliar.

Sumber: India.com

Beri Komentar