Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Curhat Tiko Nangis Depresi Ibu Eny Tidak Bisa Disembuhkan, Dokter Pesimis (Youtube Bang Brew TV)
Dream - Tiko mengungkap kondisi terkini sang bunda, Ibu Eny, yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. Pemuda itu menangis mendengar pernyataan dokter yang menyebut ibunya yang depresi tak bisa disembuhkan.
Dalam tayangan di YouTube Seng Explore, Tiko mengatakan saat ini Ibu Eny tengah menjalani rangkaian tes kesehatan.
" Awal-awal itu dari ruang jiwa waktu itu di pindah ke ruang fisik baru menghubungi jam 1 malam suruh datang keluarganya," ungkap Tiko.
" Pertama masuk di ruang fisik itu aku nemeni terus 3 sampai 4 hari sampai akhirnya aku dapat rekomendasi dari dokter spesialis suruh observasi dulu," imbuhnya.
Dokter mengatakan bahwa tingkat kesembuhan Ibu Eny sangat kecil. " Tapi dokter bilang kemungkinan mama sembuh itu kecil banget, malah paling enggak bisa sembuh karena penanganannya sudah terlalu lama," ujarnya.
Tak hanya itu, faktor usia Ibu Eny yang saat ini menginjak 60 tahun membuat dokter pesimis ia bisa sembuh total.
" 12 tahun itu sarafnya sudah kena, umur mama juga sudah (tua) hampir 60 tahun. Jadi kata dokter paling kita mengupayakan bisa tapi untuk kesembuhan enggak bisa. Kemungkinan mama sembuh itu kecil kata dokter spesialis," tutur Tiko.
Meski begitu, Tiko tetap akan membawa Ibu Eny pulang ke rumah dan menjalani rawat jalan.
" Jadi paling opsi yang dikasih itu mama tetap rawat inap di sini dilepas. Karena aku enggak tega, jadi aku enggak ambil opsi itu," katanya.
" Paling aku nanti opsi yang ke dua setelah observasi paling nanti rawat jalan aja, di rawat sendiri tapi dengan obat dari dokter harus jalan terus enggak boleh telat," imbuhnya.
Menurut Tiko, keputusan itu sudah lama ia pertimbangkan. Sebab ia merasa ketakutan akan kondisi Ibu Eny yang tak ia ketahui di RSJ.
Pasalnya saat membesuk Ibu Eny, Tiko justru tidak diperbolehkan menemui sang ibu. Pihak rumah sakit beralasan Ibu Eny harus terlepas dari Tiko dan mulai berinteraksi dengan orang lainnya.
" Ngintip kamar aja enggak boleh, benar-benar ditutup total, katanya sih kalau udah masuk rumah sakit jiwa, selain lepas dari Tiko, bisa beradaptasi sama yang lain, emang jangan dijenguk," jelasnya.
" Tapi Tiko memang sering was-was, di pikiran tuh ini mama penanganannya jelas enggak?" ungkap Tiko.
Ia mengaku selalu khawatir dengan keadaan sang ibu yang dirawat di RSJ. Namun dirinya pasrah, berharap keadaan Ibu Eny bisa membaik dari depresinya.
" Dari kemarin kepikiran, cuma udahlah pasrah aja, itulah makanya aku awalnya enggak mau mama di rumah sakit, selain mikirin obatnya apa aja, aku mikirin mama makannya apa gimana, cuma udah kepalang terlanjur, kalau emang yang terbaik coba pasrahin aja gitu," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya