Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Evakuasi Ular Sanca Di Jakarta Timur (Merdeka.com)
Dream - Petugas Pemadam Kebakaran mengevakuasi ular sanca kembang. Ular dengan panjang 3,5 meter bersembunyi di balik keramik dapur rumah warga di Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
" Proses evakuasi sulit, karena ular berada di bawah keramik dapur," kata Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman, dikutip dari Merdeka.com.
Sebelumnyanya, pemilik rumah yang merupakan pemilik usaha rumah makan Padang melaporkan adanya ular pada Minggu dini hari, 17 Mei 2020.
Sebanyak lima personel dikerahkan menuju lokasi rumah makan di Jalan Raya Hankam Nomor 3, Cipayung. Petugas harus membongkar rangkaian keramik lantai untuk menjangkau sarang ular.
" Lokasinya berada tepat di bawah mesin pompa air," katanya.
Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular sanca setelah 1,5 jam melakukan pencarian.
" Kami akan kirim tangkapan ular ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," kata Gatot.
Sumber: Merdeka.com/Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dream - Seorang warga perumahan di Malaysia dikejutkan kemunculan ular piton berukuran raksasa. Mungkin sedang menghindari cuaca yang panas, ular itu bersarang di plafon dapur rumahnya.
Tak mau ambil risiko, warga yang tak disebutkan namanya segera minta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Aksi penangkapan ular piton raksasa oleh petugas damkar berlangsung cukup dramatis. Momen tersebut sempat terekam kamera.
Melalui video yang dibagikan akun Facebook Community Roda Johor – CRJ, ular itu terlihat masih menggelayut di plafon dapur. Tampak langit-langit dapur sudah jebol, sementara para petugas damkar sibuk menangkap ular raksasa itu.
Terlihat eorang petugas damkar menjepit kepala ular tersebut. Sedangkan petugas lainnya memegangi ekornya.
Karena sang ular enggan melepaskan belitannya pada plafon, seorang petugas naik untuk memaksanya.
Ukuran ular itu begitu besar dan panjang hingga para petugas kewalahan mengevakuasinya.
Sementara di video berikutnya, tampak ular sudah berhasil diturunkan dari plafon dapur.
Petugas damkar tampak menarik ular berukuran besar itu keluar dari dapur. Butuh dua petugas untuk membawa ular itu keluar.
Video yang viral setelah ditonton lebih dari 150 ribu kali ini menunjukkan betapa pembangunan telah memengaruhi habitat alami hewat di sekitar kita.
Selain itu, sebuah pemandangan langka ketika melihat hewan yang seharusnya tidak bersama manusia berkeliaran di daerah padat penduduk.
Semoga video ini jadi pelajaran agar tidak melakukan pembangunan yang bisa merusak lingkungan sehingga hewan liar kehilangan tempat tinggal.
(Beq, Sumber: World of Buzz)
Dream - Dalam beberapa hari ini, teror ular kobra menghantui masyarakat. Wilayah yang paling sering dilaporkan menemukan ular dan anak kobra berada di Jabodetabek.
Rupanya, teror ular kobra juga turut dirasakan oleh warga yang berada di Desa Palur, Kecamatan Molaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pada Sabtu 7 Desember 2019 lalu, takmir Masjid At Taqwa Desa Palur menemukan satu ekor anak ular kobra. Ular tersebut berada di gulungan karpet di dekat mimbar.
" Kita lihat hari Sabtu kemarin ada satu ekor di ruang imam. Ternyata di lipatan karpet ada beberapa ekor anak ular kobra lagi. Sampai saat ini ada 31 anak ular yang ditangkap dan sementara di tempatkan di aquarium," ujar Takmir Masjid, Lanjar dikutip dari Merdeka.com, Kamis 19 Desember 2019.
Takmir masjid bersama warga kemudian melakukan pencarian lanjutan karena khawatir ada anak ular kobra lainnya. Benar saja, mereka menemukan enam ekor anak ular kobra lagi.
Karena temuan semakin banyak, warga meminta bantuan TNI dan petugas pemadam kebakaran untuk membantu melakukan pencarian.
Dalam pencarian itu ditemukan puluhan anak ular kobra. Total, ada 31 anak ular kobra yang ditemukan. Ular yang ditemukan usianya sekitar 2-3 minggu, kebanyakan anak ular kobra itu ditemukan di gulungan karpet.
Kabid Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukoharjo, Margono mengatakan, musim hujan merupakan waktu bagi ular untuk menetaskan induknya. Ia mempersilakan kepada masyarakat, apabila menemukan ular kobra atau hewan berbahaya lainnya untuk menghubungi dinas pemadam kebakaran.
(Sumber: Merdeka.com/Arie Sunaryo)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya