Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Viral Petani Bagikan Sayuran Gratis ke Pengguna Jalan di Malang, Cek Faktanya

Reporter : Amrikh Palupi
Sabtu, 16 Mei 2020 14:38
Viral Petani Bagikan Sayuran Gratis ke Pengguna Jalan di Malang, Cek Faktanya
Para petani tampak saling melemparkan gulungan sayuran. Gulungan tersebut kemudian langsung diberikan kepada pengendara yang lewat.

Dream - Beredar video para petani di malang jawa Tmur di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, membagikan hasil perkebunannya kepada para pengguna jalan raya.

Video yang viral di sosial media itu dibagikan oleh pengguna akun twitter @cholikk. Menurut akun tersebut, hasil panen para petani di Desa Kedungrejo menurun drastis dan merugi akibat terdampak virus corona atau Covid-19 secara ekonomi.

Lantaran tidak tidak dapat mendistribusikan hasil taninya. Sehingga, para petani memilih untuk membagikannya kepada pengendara motor maupun roda empat di jalan raya.

petani sayuran di malang

" Para petani di Desa Kedungrejo, Pakis - Malang ini juga terdampak pandemi shg komoditi hasil panen tdk bisa terdistribusi. Tp mereka mengajarkan empati, meskipun kondisi mereka tdk lebih baik dari yg mereka bantu," ujar akun @cholikk dikutip Dream, Sabtu 16 Mei 2020.

Pada video yang diunggah akun @cholikk, terlihat para petani tampak saling melemparkan gulungan sayuran. Gulungan tersebut kemudian langsung diberikan kepada pengendara yang lewat.

1 dari 5 halaman

Banjir Komentar

Unggahan video itu pun viral dan tidak hanya di twitter tapi di akun instagram. Berbagai komentar pun dituliskan netizen melihat aksi para petani yang terdampak covid-19.

" Liat ini kok pen nangis. Disaat orang yang mampu masih egois mikirin dirinya sendiri, tapi beliau beliau bener bener ngajarin apa yang namanya tenggang rasa dan bersyukur,"  tulis akun @chickaaa__.

" Ya Allah baik banget. semoga dilimpahkan rezekinya aamiin,"  tulis akun @chrodinger1111.

" Semoga setelah semua ini membaik Allah membalas berkali kali lipat kebaikan untuk semua orang orang yang ikhlas menyikapi dan menerima cobaan ini, aamiin,"  tulis akun @AuliaFirdaa

2 dari 5 halaman

Petani Tua Didenda Rp3 Juta karena Langgar Lockdown, Netizen Bergerak

Dream - Virus corona tidak seharusnya mematikan hati nurani. Bencana ini seharusnya membuat kita lebih peduli sesama.

Di masa yang sulit ini, saatnya kita mengesampingkan perbedaan ras, suku, agama, maupun budaya. Lalu berjuang bersama dan bahu-membahu dalam menghadapi sebuah pandemi.

Hal inilah yang ditunjukan oleh warganet di Malaysia. Mereka berpatungan hingga terkumpul uang 1.000 ringgit, setara Rp3 juta untuk membantu petani lansia yang didenda akibat melanggar aturan lockdown.

Laman China Press melaporkan seorang kakek berusia 80 tahun itu tidak dapat membayar denda karena tak memiliki pekerjaan. Dia juga mengaku sangat miskin

3 dari 5 halaman

Hukuman

Sayangnya, sanksi itu tetap harus dipenuhi si kakek. Penderitaan kakek tersebut lalu menarik perhatian warganet.

Mereka berbondong-bondong menggalang dana demi membantu melunasi denda kakek tersebut. Bersama-sama, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari RM1.000 (Rp3 juta) untuk membantu membayar denda sang kakek.

Salah seorang perwakilan dari penggalang dana mengunjungi rumah kakek tersebut dan memberikan hasil sumbanngnya. Betapa bahagianya sang kakek.

Tapi tidak hanya sampai di situ, lelaki tersebut juga menyumbangkan beberapa masker dan memastikan sang kakek aman dari Covid-19.

Kakek itu ditangkap pada 11 April 2020 karena melanggar kebijakan lockdown.

Sumber: World of Buzz

4 dari 5 halaman

Merugi Rp582 Juta, Niat Baik Petani Berbagi Lobak Berakhir Apes

Dream - Dua petani di Tiongkok memutuskan untuk mengizinkan tetangganya untuk mengambil sekantong dua kantong lobak putih yang baru tumbuh. Tapi, mereka tidak menyangka bahwa keputusan itu justru merugikan keduanya senilai ratusan juga rupiah.

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 11 Januari 2020, Xu Jiuge bersama temannya awalnya mengizinkan para tetangga untuk memanen lobak di ladangnya bulan lalu. Namun mereka hanya diizinkan membawa dua kantung saja.

Harian Chutian Metropolis Daily memberitakan dua petani ini mengizinkan lobak karena produknya dipuji.  Lobak mereka dipuji karena bisa dijadikan sup hangan di musim dingin. Namun Xu dan temannya tak keberatan jika tetangganya membawa beberapa kantong saja.

Namun niat baik dua petani itu berakhir `bencana`. Berita mereka membagikan lobak gratis menyebar hingga ke luar desa.  

“ Mereka ini adalah tetangga kami dan kami tidak menganggap itu adalah masalah besar sehingga kami mengatakan bisa membawa beberapa. Tapi, saya tidak tahu bagaimana itu berkembang menjadi desas-desus bahwa semua lobak kami gratis,” kata Xu.

Keesokan harinya, ladang dua petani sudah dibanjir oleh orang-orang asing. Bahkan ada beberapa warga yang rela menempuh jarak 120 km demi lobak gratis tersebut.

Para petani sudah mencoba menelepon polisi. Tapi tak banyak yang bisa mereka lakukan untuk menahan massa yang terus berdatangan.

“ Kebanyakan mereka datang pada Selasa dari jam 07.00 sampai 22.00. Ada orang-orang di seluruh lapangan. Saya memperkirakan ada 3 ribu orang pada hari itu. Beberapa dari mereka telah melakukan perjalanan sepanjang 120 km,” kata dia.

5 dari 5 halaman

Rugi Rp582 Juta

Dicurigai, beberapa pengambil menyebarkan “ pembagian” lobak di media sosial dan mengundang teman-temannya untuk bergabung.

Dua petani malang itu hanya bisa duduk menyaksikan panen 500 ton lobak menguap begitu saja.

Kerugian yang ditimbulkan mencapai US$42 ribu (Rp582,08 juta).

Tapi, dua petani ini tak terlalu sedih. Kepada wartawan, mereka memutuskan untuk melihatnya sebagai amal.

Beri Komentar