Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto : @cholikk
Dream - Beredar video para petani di malang jawa Tmur di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, membagikan hasil perkebunannya kepada para pengguna jalan raya.
Video yang viral di sosial media itu dibagikan oleh pengguna akun twitter @cholikk. Menurut akun tersebut, hasil panen para petani di Desa Kedungrejo menurun drastis dan merugi akibat terdampak virus corona atau Covid-19 secara ekonomi.
Lantaran tidak tidak dapat mendistribusikan hasil taninya. Sehingga, para petani memilih untuk membagikannya kepada pengendara motor maupun roda empat di jalan raya.

" Para petani di Desa Kedungrejo, Pakis - Malang ini juga terdampak pandemi shg komoditi hasil panen tdk bisa terdistribusi. Tp mereka mengajarkan empati, meskipun kondisi mereka tdk lebih baik dari yg mereka bantu," ujar akun @cholikk dikutip Dream, Sabtu 16 Mei 2020.
Pada video yang diunggah akun @cholikk, terlihat para petani tampak saling melemparkan gulungan sayuran. Gulungan tersebut kemudian langsung diberikan kepada pengendara yang lewat.
Unggahan video itu pun viral dan tidak hanya di twitter tapi di akun instagram. Berbagai komentar pun dituliskan netizen melihat aksi para petani yang terdampak covid-19.
" Liat ini kok pen nangis. Disaat orang yang mampu masih egois mikirin dirinya sendiri, tapi beliau beliau bener bener ngajarin apa yang namanya tenggang rasa dan bersyukur," tulis akun @chickaaa__.
" Ya Allah baik banget. semoga dilimpahkan rezekinya aamiin," tulis akun @chrodinger1111.
" Semoga setelah semua ini membaik Allah membalas berkali kali lipat kebaikan untuk semua orang orang yang ikhlas menyikapi dan menerima cobaan ini, aamiin," tulis akun @AuliaFirdaa
Dream - Virus corona tidak seharusnya mematikan hati nurani. Bencana ini seharusnya membuat kita lebih peduli sesama.
Di masa yang sulit ini, saatnya kita mengesampingkan perbedaan ras, suku, agama, maupun budaya. Lalu berjuang bersama dan bahu-membahu dalam menghadapi sebuah pandemi.
Hal inilah yang ditunjukan oleh warganet di Malaysia. Mereka berpatungan hingga terkumpul uang 1.000 ringgit, setara Rp3 juta untuk membantu petani lansia yang didenda akibat melanggar aturan lockdown.
Laman China Press melaporkan seorang kakek berusia 80 tahun itu tidak dapat membayar denda karena tak memiliki pekerjaan. Dia juga mengaku sangat miskin
Sayangnya, sanksi itu tetap harus dipenuhi si kakek. Penderitaan kakek tersebut lalu menarik perhatian warganet.
Mereka berbondong-bondong menggalang dana demi membantu melunasi denda kakek tersebut. Bersama-sama, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari RM1.000 (Rp3 juta) untuk membantu membayar denda sang kakek.
Salah seorang perwakilan dari penggalang dana mengunjungi rumah kakek tersebut dan memberikan hasil sumbanngnya. Betapa bahagianya sang kakek.
Tapi tidak hanya sampai di situ, lelaki tersebut juga menyumbangkan beberapa masker dan memastikan sang kakek aman dari Covid-19.
Kakek itu ditangkap pada 11 April 2020 karena melanggar kebijakan lockdown.
Sumber: World of Buzz
Dream - Dua petani di Tiongkok memutuskan untuk mengizinkan tetangganya untuk mengambil sekantong dua kantong lobak putih yang baru tumbuh. Tapi, mereka tidak menyangka bahwa keputusan itu justru merugikan keduanya senilai ratusan juga rupiah.
Dikutip dari Oddity Central, Sabtu 11 Januari 2020, Xu Jiuge bersama temannya awalnya mengizinkan para tetangga untuk memanen lobak di ladangnya bulan lalu. Namun mereka hanya diizinkan membawa dua kantung saja.
Harian Chutian Metropolis Daily memberitakan dua petani ini mengizinkan lobak karena produknya dipuji. Lobak mereka dipuji karena bisa dijadikan sup hangan di musim dingin. Namun Xu dan temannya tak keberatan jika tetangganya membawa beberapa kantong saja.
Namun niat baik dua petani itu berakhir `bencana`. Berita mereka membagikan lobak gratis menyebar hingga ke luar desa.
“ Mereka ini adalah tetangga kami dan kami tidak menganggap itu adalah masalah besar sehingga kami mengatakan bisa membawa beberapa. Tapi, saya tidak tahu bagaimana itu berkembang menjadi desas-desus bahwa semua lobak kami gratis,” kata Xu.
Keesokan harinya, ladang dua petani sudah dibanjir oleh orang-orang asing. Bahkan ada beberapa warga yang rela menempuh jarak 120 km demi lobak gratis tersebut.
Para petani sudah mencoba menelepon polisi. Tapi tak banyak yang bisa mereka lakukan untuk menahan massa yang terus berdatangan.
“ Kebanyakan mereka datang pada Selasa dari jam 07.00 sampai 22.00. Ada orang-orang di seluruh lapangan. Saya memperkirakan ada 3 ribu orang pada hari itu. Beberapa dari mereka telah melakukan perjalanan sepanjang 120 km,” kata dia.
Dicurigai, beberapa pengambil menyebarkan “ pembagian” lobak di media sosial dan mengundang teman-temannya untuk bergabung.
Dua petani malang itu hanya bisa duduk menyaksikan panen 500 ton lobak menguap begitu saja.
Kerugian yang ditimbulkan mencapai US$42 ribu (Rp582,08 juta).
Tapi, dua petani ini tak terlalu sedih. Kepada wartawan, mereka memutuskan untuk melihatnya sebagai amal.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya