Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kristy-Lyn Kemp. (Foto: Facebook Kristy-Lyn Kemp)
Dream - Seorang perawat panti jompo di Kanada terpaksa mengaku memiliki gejala terinfeksi virus corona agar bisa dites Covid-19.
Dan setelah dia dites, perawat bernama Kristy-Lyn Kemp tersebut ternyata benar-benar positif Covid-19.
Kemp mengaku ingin dites virus corona karena takut menjadi penyebab wabah di pekerjaan barunya di panti jompo di Lachine.
Kemp mengatakan dia menghubungi petugas hotline di Quebec untuk meminta tes pada hari Minggu. Tapi selalu ditolak.
Meski telah menjelaskan bahwa dia bekerja di panti jompo yang juga mengalami wabah, Kemp tetap mendapat penolakan.
" Saya memberi tahu mereka bahwa saya berasal dari lingkungan positif Covid, tetapi saya tidak menunjukkan gejala.
" Namun mereka justru mengatakan bahwa saya tidak perlu dites Covid," kata Kemp dengan kesal.
Bingung dengan penolakan petugas, Kemp menelepon untuk kesekian kalinya. Kali ini, dia memakai logat Prancis yang umum diucapkan di Kanada.
Ternyata, usahanya itu berhasil. Petugas tidak menaruh rasa curiga bahwa dia adalah orang yang sama.
" Saya mengarang gejala Covid. Saya bilang saya demam dan batuk. Saat itulah mereka percaya," kata Kemp.
Kemp mengaku tidak ingin menjadi agen penyebar virus Covid-19 di pekerjaan barunya.
" Seandainya saya membawa virus itu ke tempat baru, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Saya akan benar-benar hancur," katanya.
Kemp mendapatkan pekerjaan barunya setelah mengundurkan diri dari panti jompo swasta CHSLD Résidence Herron di Dorval.
Tempat itu sekarang telah diambil alih oleh pemerintah bulan lalu ketika pemiliknya meminta bantuan terkait wabah Covid-19.
Setidaknya terdapat 33 warga di CHSLD Résidence Herron meninggal dunia karena komplikasi dari virus corona.
Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan prioritas skrining Covid-19 untuk para profesional kesehatan yang bergejala dan kontak langsung dengan pasien.
Sementara itu, Kemp mengatakan bahwa dia tidak habis pikir bagaimana bisa tertular virus corona tanpa menunjukkan gejala.
Dia sekarang harus menunggu dua tes Covid-19 yang menunjukkan hasil negatif sebelum memulai pekerjaan barunya.
Sumber: New York Post
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya