Buntut Penghargaan Colosseum, Anies Copot Plt Kadis Pariwisata

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 17 Desember 2019 14:03
Buntut Penghargaan Colosseum, Anies Copot Plt Kadis Pariwisata
Anies memerintahkan jajaran yang terlibat diperiksa.

Dream - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menyebut jajaran pegawai Dinas Pariwasata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang terlibat penghargaan diskotek Colosseum dibebastugaskan sementara.

" Jajaran yang terlibat sementara dibebaskan tugas selama pemeriksaan berjalan. Jadi ini harus betul-betul lebih cermat lagi," kata Saefullah, dilaporkan Merdeka.com, Selasa, 17 Desember 2019.

Saefullah mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah meninjau penghargaan ini. Dia menyebut, peninjauan terkait prosedur dan penilaian terhadap 155 nominasi dalam penghargaan Adikarya Wisata 2019.

" Hari ini (Senin, 16/12) Pak Gubernur telah memerintahkan inspektorat agar memeriksa jajaran yang terlibat dalam proses penilaian," ucap dia.

Dia menyatakan, bila jajaran tersebut lalai, sanksi akan diberlakukan sesuai ketentuan yang ada.

Pemprov DKI Jakarta telah memilih Colosseum sebagai pemenang kategori diskotek dalam acara Anugerah Adikarya Wisata 2019. Acara ini digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Jumat, 6 Desember 2019.

Dalam acara ini, sebanyak 155 nominasi dari 31 kategori bersaing dalam ajang penghargaan untuk para pelaku usaha dan pendukung usaha pariwisata di DKI Jakarta.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Alberto Ali mengatakan, ada tiga hal yang dinilai atas kemenangan Colosseum.

" Ada 3 hal yang diatur dedikasinya, kinerja perusahaan, lalu kontribusi terhadap pariwisata Jakarta, ada tim yang itu semua," kata Ali.

1 dari 5 halaman

Setelah Disorot, Anies Cabut Penghargaan untuk Diskotek Colosseum

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya mencabut penghargaan Adikarya Wisata yang diberikan ke diskotek Colosseum. Pencabutan dilakukan setelah mendalami pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta.

" Berdasarkan fakta tersebut maka pemberian Adikarya Wisata 2019 kepada Colosseum dibatalkan," kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah, Senin 16 Desember 2019.

Menurut Saefullah, ada indikasi tim penilaian tak cermat. Colosseum dianggap tak patut mendapat penghargaan tersebut.

Atas insiden tersebut, tambah Saefullah, Gubernur Anies Baswedan memerintahkan inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap tim penilai.

Saefullah mengatakan, seandainya dalam proses penilaian terjadi kelalaian, tim akan dicopot sementara dari jabatannya.

" Jajaran yang terlibat sementara dinonaktifkan selama pemeriksaan," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Yunita Amalia

2 dari 5 halaman

Penghargaan untuk Diskotek Colosseum dari Pemprov DKI Tuai Penolakan

Dream - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi penghargaan Adikarya Wisata ke Diskotek Colosseum. Penghargaan itu dianugerahkan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta pada 6 Desember 2019 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbud DKI Alberto Ali menyatakan Colosseum Jakarta merupakan pemenang dalam kategori hiburan dan tempat rekreasi kategori kelab malam dan diskotek.

" Ada 31 kategori bukan cuma itu, salah satunya diskotek, dari 31 (kategori) diskotek itu yang menang Colosseum," kata Alberto, diakses dari Liputan6.com, Senin, 16 Desember 2019.

Dia menyebut ada tiga faktor yang membuat Colosseum mendapat penghargaan. Diantaranya dedikasi, kinerja perusahaan , dan kontribusi terhadap pariwisata.

Alberto menyebut diskotek merupakan bagian pariwisata yang pengawasannya diatur dalam undang-undang, yaitu dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

3 dari 5 halaman

FPI Menolak

Bila melanggar aturan kata dia, usaha tersebut dapat diberikan sanksi hingga ditutup izin usahanya.

" Kalau tiga hal yang dilanggar narkotika, perjudian sama prostitusi itu kita rekomendasikan untuk dicopot izin," ucap dia.

Penghargaan itu segera mendapat penolakan dari Front Pembela Islam (FPI). Juru Bicara FPI, Slamet Maarif mengatakan, tidak ada alasan yang dapat diterima atas pemberian penghargaan pada diskotek Pemprov DKI Jakarta.

" Apa pun alasannya diskotek tidak boleh diberikan penghargaan," kata Slamet, kepada Liputan6.com.

Slamet mengatakan lembaganya akan tabayyun atau mengkonfirmasi langsung kebenaran penghargaan itu pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. " Kita akan tabayyun ke Gubernur," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Menteri Wishnutama Emosi Soal Birokrasi dan Desain Kantor: `Kayak Diskotek`

Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif, Wishnutama Kusubandio kesal dengan birokrasi yang berbelit. Kekesalan itu dia sampaikan saat berdiskusi Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

" Dari kemarin saya agak emosi dengan birokrasi, jadi semua tuh kaya gitulah, ngerti kan ya," kata Wishutama, Kamis, 7 November 2019.

Dilaporkan Merdeka.com, Wishutama juga mempersoalkan sejumlah hal di birokrasi Indonesia yang punya kesan formal. Padahal, kata dia, dengan gaya yang santai, pikiran santai dapat lebih terbuka.

" Pengen santai aja kayanya ribet banget, padahal kalau kita dengan santai tuh rasanya pikiran kita lebih terbuka, lebih bisa open minded, bisa lebih mendengar, bisa lebih cair," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Gedung Mirip Diskotek

Wishutama kemudian bercanda mengenai pakaian formal yang dipakainya saat bertemu para awak media di acara itu. " Sebenarnya begini aja rada-rada tegang terus terang aja, kalau pakai kaos mungkin saya lebih asyik," kata dia berseloroh.

Selain kekakuan, Wishutama juga bercerita mengenai gaya arsitektur kantornya yang serba modern.

" Saya pertama kali jadi menteri sertijab, masuk lobinya saja besi-besi semua, gedung Sapta Pesona itu, saya bilang ini pariwisata atau apa? kayak diskotek," ujar dia.

Wishutama justru iri dengan kantor Kementerian PUPR yang desainnya asri. Wisnutama merasa nyaman saat berkunjung ke kantor Basuki Hadimuljono tersebut.

" Saya malah terus terang saja jealous (iri) dengan menteri PUPR, halamannya asri, benar-benar masuk dalam wilayah kantor PUPR sejuk banget, tentram," ucap dia.

Beri Komentar