Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dapat Nilai Ujian Jelek, Puluhan Siswa Pukul Dan Ikat Guru Di Pohon (Shutterstock)
Dream - Nilai ujian seringkali dijadikan patokan tingkat kecerdasan siswa. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama guru agar para murid mendapat hasil ujian yang bagus.
Jika mendapat nilai buruk, biasanya para siswa akan mendapat nasihat atau tambahan pelajaran dari gurunya. Namun yang dilakukan para siswa ini justru bikin geleng kepala.
Pasalnya, mereka justru menghukum sang guru dengan kekerasan karena memberikan nilai jelek.
Puluhan siswa di India itu mengikat guru matematika dan pegawai sekolah ke sebuah pohon dan memukuli mereka.
Hal ini dipicu oleh nilai ujian yang diterima siswa jauh dari apa yang diharapkan. Mereka berhasil mengikat guru matematika itu dengan dalih mendiskusikan nilai ujian.
Dikutip dari Oddity Central, tiga pria yang diikat ke pohon dengan tali merah dan terdapat puluhan siswa laki-laki berkeliaran di sekitar mereka sambil membawa tongkat kayu tebal.
Meskipemukulan itu sendiri tidak tertangkap kamera, polisi menemukan bahwa para korban memang diserang secara fisik oleh siswa yang marah.
Bahkan, salah satu korban terlihat menggunakan perban di kepalanya, menunjukkan bahwa dia telah dipukul dengan tongkat.

India Times melaporkan bahwa 11 siswa dari kelas 32 menerima nilai DD, yang setara dengan gagal. Itulah yang memicu kemarahan mereka.
Para siswa menganggap guru matematika, Suman Kumar, dan petugas yang mengunggah nilai ke situs web sekolah, Soneram Chaure, bertanggung jawab akan hal itu dan menuntut balas dendam mereka.
“ Para siswa memanggil kami dengan dalih ingin mengadakan pertemuan & mengatakan hasil ujian mereka dirusak (dimanipulasi),” kata Suman Kumar.
“ Itu terjadi karena nilai praktik mereka tidak dimasukkan dalam hasil. Itu harus dilakukan oleh kepala sekolah. Jadi kami tidak bisa mengambil langkah apa pun dalam hal ini,” imbuhnya.
Namun, para siswa yang marah tidak mau mendengarkan penjelasan Suman. Menurut polisi, sekitar 200 siswa terlibat dalam insiden tersebut.
Meski bukti-bukti terkait kasus ini telah dikumpulkan polisi, petinggi sekolah memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan terhadap siswa yang terlibat dalam kekerasan tersebut ke pengadilan.
Kkarena dapat merusak karir para siswa,” kata kepala kantor polisi Gopikandar, Nityanand Bhokta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya