Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ayah Wayan Mirna Salihin, Darmawan Salihin, meletakkan beberapa lembar foto anaknya di meja Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan hakim. Foto-foto itu diletakkan sesaat sebelum sidang kasus kopi bersianida dimulai hari ini, Rabu 7 September 2016.
Foto-foto tersebut memuat gambar kondisi Mirna sesaat setelah meninggal. Tak sepatah kata pun keluar dari Darmawan. Dia juga tak mengungkapkan maksudnya kepada JPU maupun Hakim saat meletakkan foto-foto itu.
Setelah meletakkan foto-foto mendiang Mirna, Darmawan bergegas ke luar ruang sidang. Dia lalu mengatakan foto-foto tersebut menggambarkan Mirna setelah meninggal dan saat dimandikan di rumah duka Dharmais.
" Foto ini dari pembantu adik istri saya, awalnya memang foto buat kenang-kenangan. Foto itu dikasihkan karena dia sempat lihat di TV ada saksi yang menyebut wajah Mirna, warnanya red cherry," kaat Darmawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 7 September 2016.
© Dream
Darmawan mengatakan, dia membandingkan foto tersebut sesaat setelah mendengar keterangan dari salah seorang saksi di persidangan. Saksi tersebut mengatakan ciri kematian akibat sianida adalah warna kulit berubah menjadi merah seperti cherry dan hasilnya sama.
" Loh waktu itu saya foto warnanya seperti itu," ucap dia sambil menirukan perkataan pembantu adik istrinya.
Darmawan berkeyakinan foto yang dia letakkan ke meja JPU dan Majelis Jakim itu mampu menjadi alat bukti lain. Dia berharap foto tersebut mampu membuktikan Mirna meninggal akibat racun sianida.
© Dream
Dream - Ahli patologi forensik dari Australia, Beng Beng Ong, meragukan kematian Wayan Mirna Salihin disebabkan oleh racun Sianida. Menurut dia, penyebab kematian seseorang bisa dilihat dari beberapa gejala yang timbul sebelum meninggal.
" Bisa dilihat dari kejadian sebelum meninggal, apakah dia tadinya sehat kemudian tidak sadarkan diri, atau bisa juga bersifat alami," kata Beng dalam persidangan kasus kopi bersianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 5 September 2016.
Beng mengatakan, dugaan Mirna meninggal akibat racun Sianida, sangat kecil. Sebab, hasil pemeriksaan jasad Mirna hanya didasarkan pada sampel cairan lambung, hati, empedu, dan urine.
" Saya mengatakan, kematian korban kemungkinan besar bukan disebabkan oleh Sianida," ucap dia.
Dia menambahkan, karena Mirna masih berusia muda, kemungkinan meninggal secara alamiah, karena adanya penyakit keturunan.
" Kemungkinan korban meninggal akibat warisan (penyakit) dari keluarga," ujar saksi yang diajukan oleh terdakwa Jessica Kumala Wongso ini.
Menurut Beng, ada sejumlah ciri kematian akibat Sianida. Antara lain, kulit korban menjadi merah menyala seperti kepanasan. " Warna kulitnya akan menjadi merah menyala," kata Beng.
Selanjutnya, lanjut Beng, sifat Sianida yang asam dapat mengikis lambung. " Kemudian kalau kita lihat lapisan lambung dalam mikroskop, akan tampak ciri-ciri tertentu yang disebut vakuolasi sel basal," ucap dia.
Terkait penyeban kematian Mirna, Beng menyayangkan ciri-ciri keracunan yang dialami oleh istri Arif Sumarko ini tidak dicantumkan secara detail dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
" Jadi semua temuan yang ada (ciri-ciri keracunan), tidak dijumpai pada laporan pasca-kematian," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya