Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Che Lewis (Foto: Mirror UK)
Dream - Kisah tragis dialami Che Lewis (29) dan Adlay Lewis (54), anak dan bapak asal Port of Spain, Trinidan and Tobago. Keduanya tewas dalam sebuah insiden di dekat rumah mereka.
Sudah begitu, jasad Che Lewis ditolak oleh gereja saat hendak dimakamkan. Sebab, keluarga mereka tidak meletakkan jasad keduanya di dalam peti mati.
Pemakaman yang digelar pada 25 November 2020 itu menarik perhatian banyak orang karena disiarkan secara online di media sosial.
Jenazah Che dibawa ke gereja St. Evangelist dalam posisi duduk. Tak hanya itu, jasad Che juga dibawa dengan mobil jenazah tanpa atap agar orang-orang bisa melihat.
Setibanya di Gereja St John the Evangelist, jenazah Che ditolak masuk oleh staf. Tidak seperti Che, sang ayah, Aldylay, dimasukkan ke dalam peti mati.

Setelah upacara pemakanan selesai, ayah dan anak itu akhirnya bisa dikebumikan di Permakaman St John the Evangelist.
Salah seorang petugas polisi setempat, Brent Batson, kepada Trinidad Express, mengaku kecewa dengan perilaku semberono yang dilakukan Rumah Duka Dennie, tempat Che dibalsamkan sebelum dimakamkan.
" Membawa jenazah dengan cara yang berbahaya merupakan sebuah pelanggaran. Pelakunya bisa dikenakan hukuman denda £ 750 (setara Rp14,2 juta)," ujar Brent.
Menurut Brent, polisi akan melakukan penyelidikan terhadap perilaku perusahaan pemakaman tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat jenazah Che duduk di kursi berwarna cokelat di luar Gereja St John the Evangelist. Ia terlihat mengenakan celana panjang putih dengan setelan jas lengkap beserta dasinya.
Lantaran diposisikan sedemikian rupa, banyak orang yang tak menyadari bahwa pria itu sudah meninggal. Bahkan sebagian orang mengira Che sedang menghadiri pemakaman.
Beberap orang bahkan memarahi jenazah itu karena tidak patut protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker di tempat umum.
Sumber: Mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam