Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi virus Corona membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk menutup sekolah dan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar online.
Dengan diberlakukannya PJJ, setiap siswa diharuskan untuk mempersiapkan koneksi internet yang stabil serta alat penunjang belajar yang diperlukan seperti laptop, tablet ataupun HP.
Demi menunjang belajar sang cucu saat PJJ berlangsung, seorang kakek asal Johor, Malaysia, rela tidak berobat hanya untuk menabung membelikan cucunya laptop.
Untuk menabung membeli laptop bekas dan membayar jaringan internet, seorang kakek dari Segamat ini mulai mencari cara dengan meminjam uang dari tetangganya, bahkan ia berhenti membeli obat-obatan untuk kesembuhan dirinya.
Lantaran harus menabung dan mengirit, kakek yang tidak disebutkan namanya itu jatuh pingsan dan menderita strok setelah berhari-hari tidak meminum obat yang diresepkan untuk dirinya.
Menurut Sin Chew Daily, seorang guru tempat cucu kakek itu belajar, meminta bantuan dari sebuah organisasi amal untuk membantu sang kakek. Namun, kakek itu menolak bantuan sang guru dan mengatakan bahwa ada keluarga lain yang lebih membutuhkan.
Sang guru, Liu, mengatakan bahwa pembelajaran online telah membuat banyak keluarga tertekan karena harus membeli alat penunjang belajar serta kuota internet.
" Kementerian Pendidikan harusnya bisa menangani masalah internet dan mempertimbangkan apa yang dialami beberapa keluarga," kata Liu.
Sebelumnya, pihak sekolah memberi tahu kakek sang cucu, apabila sang cucu melewatkan kelas online lagi, nilainya akan sangat terpengaruh.
Liu berbagi kisah muridnya dalam unggahan Facebooknya, dengan harapan guru lain dapat mengerti kondisi beberapa siswanya yang tidak dapat menghadiri kelas online.
Namun Liu mengatakan, ia tidak mau menyalahkan pihak guru dalam situasi seperti ini, karena dirinya juga paham para guru jug amasih belajar untuk beradaptasi dengan situasi pandemi.
" Ketika masalah seperti ini terjadi, alih-alih saling menyalahkan, lebih baik kita fokus untuk menyelesaikan," ujar Liu.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya