Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Deshraj Ji (Foto: World Of Buzz)
Dream - Kisah haru kali ini datang dari Mumbai, India. Seorang kakek rela menjual harta berharga satu-satunya, yakni rumah, agar sang cucu tercinta bisa tetap bersekolah mewujudkan cita-citanya menjadi guru.
Dilansir World of Buzz, kakek bermana Deshraj Ji itu bahkan rela tidur di bajajnya setiap malam karena tak memiliki tempat tinggal lagi. Deshraj mengaku senang meskipun harus tinggal di bajaj karena sang cucu bisa bersekolah.
Kisah Deshraj diangkat di akun Instagram Humans of Bombay hingga menjadi viral.
Kisah mengharukan ini bermula 6 tahun lalu, setelah kematian putra sulungnya.
“ Enam tahun lalu, putra sulung saya menghilang dari rumah. Sepekan kemudian, seorang menemukan mayatnya di sebuah bajaj, dia baru berusia 40 tahun. Sebagian diri saya seperti mati bersamanya, namun terbebani oleh tanggung jawab. Saya bahkan tidak punya waktu untuk berduka. Keesokan hari, saya kembali ke jalan mengendarai bajaj saya," kata Deshraj.
Penderitaan belum berakhir, dua tahun kemudian putranya yang lain juga meninggal akibat bunuh diri. Lagi-lagi tak ada waktu untuk berduka.
Setelah kematian dua anaknya, Dehsraj tetap harus mencari nafkah untuk istri, menantu, dan cucunya, dengan menarik bajaj. Tanggungannya pun semakin bertambah.
“ Setelah kremasi, cucu perempuan saya bertanya, 'Dadaji, apakah saya harus berhenti sekolah'. Saya mengumpulkan semua keberanian dan meyakinkan dia, 'Tidak pernah! Kamu belajar setinggi yang kamu inginkan," katanya.
Sejak itu dia bekerja lebih keras, narik bajaj dari rumah pukul 06.00 sampai tengah malam. Namun kelamaan dia berpikir, tak mungkin bisa membiayai cucunya bersekolah tinggi dengan hanya mengandalkan penghasilan dari menarik bajaj.
" Apakah saya bisa mendapatkan 10.000 rupee (sekitar Rp2 juta) sebulan. Setelah menghabiskan 6.000 rupe untuk biaya sekolah mereka, saya hanya memiliki sisa 4.000 rupee untuk memberi makan keluarga, terdiri dari tujuh orang," tuturnya.

Keluarganya hampir tidak makan, menyebabkan istri Deshraj sakit. Dia terpaksa meminta derma dari orang dengan mendatangi rumah demi rumah demi membiayai pengobatan sang istri.
“ Tapi, semuanya sepadan. Pada tahun lalu, cucu perempuan saya memberi tahu dia telah mendapatkan nilai 80 persen dalam ujian kelas 12. Saya senang tak kepalang. Sepanjang hari, saya memberi tumpangan gratis kepada semua pelanggan. Dia berkata kepada saya, 'Dadaji, saya ingin mengambil pelatihan B.Ed di Delhi,” ucapnya.
Sejak itu, dia menjual rumah untuk membiayai pendidikan sang cucu. Dia mengirim istri, menantu, dan cucu lainnya, ke rumah kerabat di desa. Deshraj pun sehari-hari tinggal di bajajnya di Mumbai.
Setahun sudah dia menjual rumah demi pendidikan cucunya dan tidak menyesali apa pun.
" Saya makan dan tidur di bajaj saya dan pada siang hari saya membawa penumpang. Hanya duduk, terkadang kaki saya sakit, tapi kemudian cucu perempuan saya menelepon dan memberi tahu 'Saya di peringkat pertama di kelas' dan semua rasa sakit hilang," ujarnya.
“ Saya tidak sabar menunggu dia menjadi guru sehingga bisa memeluknya dan berkata 'Kamu telah membuat saya sangat bangga'. Dia akan menjadi sarjana pertama di keluarga kami," ucapnya.
Kisah Deshraj menjadi viral, mendorong netizen membuat halaman crowdfunding untuknya. Mereka berhasil mengumpulkan 2,4 juta rupee atau sekitar Rp472 juta.
“ Dukungan yang Deshraj Ji terima sangat besar! Karena Anda semua berusaha keras untuk membantunya, dia sekarang memiliki atap di atas kepala (rumah) dan tetap bisa mendidik cucunya! Terima kasih banyak,” demikian penyataan Humans of Bombay.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya