7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Bayi Kembar (Foto: Pixabay.com)
Dream - Sepasang Bayi perempuan kembar siam berusia satu tahun akhirnya bisa menjalani kehidupannya masing-masing. Lagir dengan konisi dempet di bagian kepala, kedua bayi tersebut berhasil dipisahkan lewat sebuah operasi yang berjalan selama 12 jam.
Tim dokter bedah melakukan prosedur yang rumit untuk memisahkan bayi kembar siam tersebut.
Dilansir dari laman metro.co.uk, operasi selama setengah hari itu dilakukan dengan tujuan memisahkan bagian yang menyambung di belakang kepala mereka. Untuk pertama kalinya, kedua bayi itu bisa berhadapan dan melihat wajah kembarannya.

Operasi tersebut melibatkan 50 anggota rumah sakit dan pakar internasional. Puluhan pakar dibentuk dari seluruh dunia untuk merancang prosedur yang rumit, operasi langka pertama kalinya di Israel.
Selama operasi berlangsung, tim dokter memisahkan otak dan pembuluh darah bayi kembar tersebut kemudian memperbaiki tengkorak, selaput otak dan kulit.
Ketua pakar bedah saraf pediatrik di Pusat Perubatan Soroka Beersheba, Mickey Gideon, menyebutkan keberhasilan operasi rumit itu 'jarang dan kompleks'.
Bayi kembar itu tampak berada di tempat tidur dan berhadapan satu sama lain untuk pertama kalinya usai dioperasi. Terlihat kepala mereka masih dibalut dengan perban.
Ketua Departemen Pembedahan Plastik Soroka, Eldad Silberstein, menyampaikan proses pemulihan bayi kembar pasca operasi berjalan dengan baik.
" Mereka pulih dengan baik. Mereka bernafas dan makan sendiri," ungkapnya.

Menurut ilmuwan, kembar siam terjadi apabila sel telur yang dibuahi gagal dibelah dua sepenuhnya. Fenomena ini memang jarang terjadi.
Akan tetapi tim pakar bedah telah membuktikan bahwa mereka mampu menyelamatkan nyawa bayi yang lahir kembar siam atau cacat dalam beberapa dekad kebelakangan ini.
Menurut Rumah Sakit Great Ormond Street di London, fenomena itu hanya timbul pada setiap 2,5 juta kelahiran.
Artinya hanya 5% kondisi yang melibatkan kraniopagus, di mana kembar siam dempet di bagian tengkorak, dan keadaannya kira-kira dua kali lebih mungkin mempengaruhi anak perempuan daripada anak laki-laki.

Mayoritas bayi kembar siam yang dilahirkan dempet di kepala, biasanya akan meninggal selama proses persalinan atau setidaknya bertahan hidup hingga 24 jam pertama.
Hanya sekitar satu dari 10 juta kelahiran yang akan menyebabkan kembar siam dempet di tengkorak yang mengharuskannya dilakukan pembedahan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?