Deretan Fakta Terowongan di Klaten Peninggalan Belanda, Ada Hewan Aneh Hidup

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 7 September 2021 13:03
Deretan Fakta Terowongan di Klaten Peninggalan Belanda, Ada Hewan Aneh Hidup
Warga Dusun Sambe, Klaten, Jawa Tengah, dihebohkan dengan penemuan sebuah terowongan tua yang melintas dibawah jalan desa setempat.

Dream - Pada Rabu, 1 September 2021 lalu, warga Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, Kecaman Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, dihebohkan dengan penemuan sebuah terowongan tua yang melintas dibawah jalan desa setempat. Terowongan itu berbentuk jembatan bata kuno (buk--dalam bahasa Jawa), berstuktur setengah lingkaran dan diduga merupakan bangunan zaman penjajahan.

Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 7 September 2021, para saksi menyebutkan penemuan terowong berawal dari penggalian embung desa yang akan dijadikan kolam pemancingan dan pusat jajanan kuliner khas Klaten.

" Awalnya kami juga tidak tahu, setelah ditemukan, warga berpendapat itu dibangun sejak jaman Belanda. Itu untuk saluran air katanya. Kami menunggu dinas terkait untuk menelusuri ini,” ujar Pj Kepala Desa Sabrang Lor, Budi Andriyanto, Senin 6 September 2021.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta mengenai terowongan tua peninggalan Belanda di Klaten, Jawa Tengah:

 

1 dari 6 halaman

1. Awal Penemuan

Menurut Budi, warga setempat, pengerukan penggalian embung dimulai pada Rabu, 25 Agustus 2021 lalu menggunakan backhoe. Dua hari kemudian, pada Jumat 27 Agustus, operatoor alat berat bersama seorang warga melihat adanya bangunan seperti terowongan.

" Penggalian embung sempat dihentikan karena kita ingin menelusuri penemuan struktur terowongan itu. Dinas Pariwisata sudah ke sini untuk melakukan penelitian," kata dia.

Berdasarkan pengamatan, terowongan tersebut memiliki lebar sekitar 3 meter dan tinggi sekitar 2,5 meter. Di dalam terowongan terlihat tanah hampir penuh. Sedangkan di depan terowongan memang sudah dimulai pemasangan pondasi dengan batu kali untuk talud embung.

" Ini kalau ditarik kesana ya cuma sampai ke pinggir jalan di seberang," jelas Budi.

 

2 dari 6 halaman

2. Sudah Berdiri Sejak Puluhan Tahun

Terowongan tua di Klaten© Merdeka.com

Lebih jauh menurut pengakuan Budi, lokasi terowongan tersebut sudah berusia puluhan tahun dan tidak pernah digunakan. Sehingga jika penemuan tersebut dikaitkan dengan hal mistis, ia pun tak bisa memungkiri.

" Kalau hal-hal seperti itu, saya yakin ada. Cuma selama ini Alhamdulillah kami tidak ada gambaran mistis terutama saat pengerjaan ini.," jelasnya. 

3 dari 6 halaman

3. Akan Jadi Cagar Budaya

Budi menyampaikan, di dekat terowongan memang terdapat embung sebagai tempat penampungan air. Dan di dekatnya lagi ada bekas pompa air yang juga dibangun pada masa kolonial.

“ Dulu ada bangunannya. Cuma karena sudah tidak ada pompanya ya kita ratakan. Terus kita jadikan akses untuk parkir,” katanya.

Lebih lanjut Budi menyampaikan, jika nantinya terowongan tersebut merupakan benda cagar budaya, pihaknya pasrah dan akan mengikuti aturan yang berlaku. Apalagi jika akan dilakukan penelitian lebih lanjut.

“ Dari kabupaten dari Dinas Pariwisata sudah ngecek kesini. Mungkin melihat dari usia dan struktur bangunannya mungkin nanti diteliti,” jelasnya.

 

4 dari 6 halaman

4. Penemuan Hewan Aneh

Tak hanya digegerkan dengan bangunan berusia puluhan tahun, warga juga dikejutkan dengan munculnya ikan langka dan bulus (kura-kura tua) di sekitar terowongan. Penemuan ini terungkap sekitar dua pekan lalu atau sebelum terowongan terlihat.

Ikan jenis Toman berwarna hijau tersebut ditemukan Aris Sarwanto, 28 tahun, warga Mranggen, Desa Jogosetran, Kecamatan Kalikotes, Klaten.

" Ini green toman, cukup besar. Beratnya 7kg, panjangnya 80 cm. Saya sama tenan-teman nyuluh (cari ikan malam hari) disana. Saya nangkapnya pakai setrum," kata Aris saat ditemui dirumahnya.

 

 

5 dari 6 halaman

5. Ikan Ditawar Rp17 Juta

Aries mengaku pada awalnya ketakutan saat melihat ikan yang diketahui berasal dari Kalimantan itu. Ikan yang selintas mirip ikan gabus terkenal buas dan suka memangsa ikan lebih kecil.

" Awalnya saya takut. Jangan-jangan ini ikan yang nunggu (berkuasa) disini. Ada juga di Jogja, kalau disini nggak ada," katanya.

Ikan© Merdeka.com

Aris mengaku setelah penemuan ikan langka itu banyak warga yang datang ke rumahnya. Tak hanya melihat, para pecinta ikan bahkan menawarnya hingga belasan juta rupiah.

" Ada yang nawar Rp17 juta, tapi saya suruh lihat saja, terus saya suruh bawa pulang uangnya. Ini mau saya pelihara sendiri. Sudah saya pesankan kandangnya habis Rp 8 juta. Siapa tahu ini akan membawa keberuntungan," pungkas dia.

6 dari 6 halaman

6. Bulus Berusia 100 Tahun

Selain ikan langka, warga juga menemukan Bulus (kura-kura tua) pada Senin dini hari tadi, 6 September 2021. Kura-kura tua itu diperkirakan berbobot 20kg dalam keadaan sudah mati dan mengambang di air.

" Ditemukan tadi malam jam 02.00 WIB. Awalnya kita juga tidak tahu kalau disitu ada bulus. Kalau melihat posturnya itu ya sudah seratusan tahun," tutur Pj Kepala Desa Sabrang Lor, Budi Andriyanto.

Bulus© Merdeka.com

Menurut rencana bangkai kura-kura tersebut nantinya akan diawetkan dan dipajang di sekitar lokasi pemancingan.

" Kalau sudah dibuka untuk pemancingan kan bisa untuk sejarah dan ikon kalau ini pernah ditemukan dimasa pembangunan di sini,"   ucapnya.

Sukirjo, 36 tahun, sopir backhoe mengaku melihat kura-kura mengambang saat dia memeriksa proyek. Ia lantas memastikannya dengan lampu penerang, dan ternyata bangkai kura-kura.

Ia dan warga sempat berfikir untuk menyembelih hewan air tersebut. Namun karena sudah tidak bernyawa, niat tersebut ia urungkan. Warga takut terjadi sesuatu.

" Kita mau sembelih sebenarnya. Tapi ada yang nakut-nakuti. Jangan-jangan ada racunnya, malah berbahaya nanti," katanya.

Beri Komentar